Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hidden Gems Unik dan Terbaik di Pinggiran Kota Balikpapan, Cara Nostalgia Budaya dan Kuliner Jawa di Pasar Tumpah Pringgondani

Lombok Post Online • Rabu, 24 September 2025 | 16:35 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Di tengah perkembangan kota Balikpapan yang semakin modern dan maju Balikpapan, kota ini punya wisata hidden gems unik.

Memadukan unsur budaya, kuliner, dan wisata alam dalam satu tempat.

Pengunjung Tidak Dipungut Biaya Masuk.

NAMANYA Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan Timur. Letaknya di Gang Binjai, Teritip, Balikpapan Timur.

Cukup jauh, butuh waktu hampir 1 jam dari pusat kota. Tapi begitu sampai, perjalanan panjang langsung terbayar lunas.

Pasar Tumpah Pringgondani ini menawarkan pasar dengan nuansa Jawa yang berada di tengah rimbunnya hutan yang masih asri. Kerennya lagi, wisata ini telah meraih predikat terbaik 1 pada malam Anugerah Jambore Desa Wisata Kaltim 2025.

Siapa sangka, tempat seasyik ini dulunya adalah kebun penelitian pribadi yang ditanami sejak 2006. Kebun ini kaya akan aneka tanaman langka, mulai dari gaharu, asam kuranji, sampai matoa.

Setelah sempat tak terurus, kebun ini disulap menjadi tempat wisata bernuansa pedesaan Jawa tempo dulu. Ide cemerlang ini datang dari pemiliknya, Suratan, yang ingin menciptakan ruang nostalgia bagi para perantau Jawa di Kalimantan.

Berkat dukungan warga sekitar, Pringgondani kini jadi salah satu destinasi favorit yang bikin orang penasaran. Mulai berjalan sejak 2024 lalu dan terus eksis hingga saat ini.

Begitu masuk, pengunjung bakal langsung merasakan suasana “Jawa banget”. Para penjualnya kompak pakai baju adat dan caping. Kios-kiosnya ditata apik dari bahan alami seperti rotan dan kayu.

Uniknya lagi, di sini jual-beli nggak pakai rupiah, tapi pakai “uang kayu” yang bisa ditukarkan di loket khusus sebelum memasuki area pasar tumpah ini.

Pasar ini cuma buka pas akhir pekan, Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional, mulai pukul 7 pagi sampai 4 sore.

Sesuai namanya, kios-kiosnya seakan “tumpah” di sepanjang jalan setapak, menyatu dengan rimbunnya hutan.

Surga Kuliner Tradisional

Nah, ini dia bagian favorit semua orang: kuliner! Di sini lidah penunjung bakal dimanjakan oleh makanan-makanan tradisional dan tempo dulu yang sudah jarang ditemukan di Balikpapan.

Ada pecel kembang turi, sego megono, gudeg, sampai minuman rempah hangat seperti wedang gaharu yang bahannya dipetik langsung dari kebun.

Selain itu makanan lainnya juga masih banyak, tak cuma makanan Jawa saja. Buah-buahan lokal juga bisa kamu dapat di sana.

UNIK: Pasar Tumpah Pringgondani di Teritip, memadukan unsur budaya, kuliner, dan wisata alam dalam satu tempat.
UNIK: Pasar Tumpah Pringgondani di Teritip, memadukan unsur budaya, kuliner, dan wisata alam dalam satu tempat.

Asyiknya lagi, semua makanan disajikan tanpa plastik dan kemasan sekali pakai. Nggak cuma kulineran, petualangannya masih banyak! Di Pringgondani, ada banyak aktivitas lain yang bisa dicoba pada hari yang berbeda.

Misalnya anak-anak bisa dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman, mencoba menumbuk padi pakai lesung, sampai melihat langsung proses sadap getah karet.

Biar nggak bosen, setiap Minggu pertama tiap bulan ada acara spesial bernama Pasar Keramat. Kalau Pasar Tumpah fokus ke budaya Jawa, Pasar Keramat ini adalah panggungnya budaya dari seluruh Indonesia.

Setiap bulan temanya ganti-ganti, lengkap dengan makanan khas dan pertunjukan seni yang seru.

Bagaimana dengan jam buka? Pasar Tumpah: Sabtu, Minggu dan tanggal merah 07.00-16.00 Wita.

Sementara Pasar Keramat buka Minggu pada pekan pertama setiap bulan. 07.00-15.00 Wita.

Lalu Kafe Pringgondani buka setiap hari 08.00-17.00 Wita, dan Selasa libur. Tiket masuk gratis.

Pringgondani menjadi bukti bahwa hidden gems terbaik seringkali bukan soal kemewahan, tapi soal rasa.

Dengan keaslian dan kehangatannya, tempat ini sukses jadi rumah untuk melepas rindu.

Jadi, kapan kamu menjelajahi sudut nostalgia ini? (kpg/ms/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#jawa #balikpapan #Desa Wisata #Penelitian #predikat