Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Cuma Puncak Rinjani! Inilah Alasan Kenapa Camping Ground di Lombok Kini Jadi Buruan Utama Pecinta Keindahan Alam

Nurul Hidayati • Minggu, 15 Februari 2026 | 10:06 WIB
Sembalun Surga untuk Pencinta Camping dengan Pemandangan Rinjani, Gunakan Damri dari Mataram Hanya Rp 50 Ribu. (NURUL/LOMBOK POST)
Sembalun Surga untuk Pencinta Camping dengan Pemandangan Rinjani, Gunakan Damri dari Mataram Hanya Rp 50 Ribu. (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Suara ritsleting tenda yang dibuka perlahan menjadi musik pembuka pagi di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Tak ada deru mesin kendaraan, yang ada hanyalah aroma tanah basah dan sapaan kabut tipis yang turun dari sela-sela perbukitan.

Menariknya, pemandangan ini bukan didapatkan setelah mendaki belasan jam menuju puncak Rinjani, melainkan hanya beberapa langkah dari parkiran mobil.

​Tren camping di Pulau Seribu Masjid kini memang tengah mengalami pergeseran paradigma. Jika dulu berkemah identik dengan perjuangan fisik "berdarah-darah" menuju puncak gunung, kini camping ground (bumi perkemahan) justru tumbuh subur di wilayah-wilayah yang lebih "ramah lutut".

Baca Juga: Camping di RTH Pagutan, Nikmati Suasana Hutan di Jantung Mataram

Demam "Healing" yang Tak Kenal Ketinggian

​Fenomena ini dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat akan pelarian sejenak atau yang akrab disebut healing. Kini, pecinta alam tak lagi didominasi oleh pendaki profesional. Keluarga muda yang membawa balita hingga kelompok perkantoran mulai melirik camping sebagai alternatif liburan akhir pekan.

​"Dulu kalau mau camping ya harus ke Segara Anak. Sekarang, cukup ke kaki gunung di Lombok Timur atau Lombok Utara, fasilitas sudah lengkap. Anak-anak aman, hati tenang," ujar salah satu pengunjung yang tengah asyik menyeduh kopi di depan tendanya.

Baca Juga: Solusi Kekurangan Kamar, Warga NTB Disarankan Buka Camping Ground

Lombok Timur dan Utara: Surga di "Bawah" Kaki Rinjani

​Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara menjadi pemain utama dalam tren ini. Di bawah kaki Gunung Rinjani, area seperti Sembalun, Sajang, hingga Tetebatu menawarkan sensasi suhu dingin yang serupa dengan puncak, namun dengan aksesibilitas yang mudah.

​Di Lombok Utara, kawasan Senaru kini tak hanya jadi pintu gerbang pendakian, tapi juga tujuan akhir para pencari ketenangan. Camping ground di sini menawarkan bonus berupa gemericik air terjun tersembunyi yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki santai.

Baca Juga: Dinas Pariwisata NTB Akan Maksimalkan Camping Ground dan Rumah Warga

Meluas hingga ke Pelosok Rimba dan Tepi Sungai

​Tak berhenti di lereng gunung, wilayah lain di Lombok juga tak mau ketinggalan. Kini, konsep camping bersentuhan langsung dengan alam (back to nature) mulai menjamah area hutan rakyat hingga tepian sungai di wilayah Lombok Barat dan Tengah.

​Pengelola camping ground berlomba-lomba menawarkan nilai tambah. Ada yang menonjolkan pemandangan matahari terbit (sunrise) di atas awan, ada pula yang menjual paket memancing langsung di depan tenda. Menariknya, konsep ini juga dibarengi dengan fasilitas yang kian memanjakan, mulai dari penyewaan alat lengkap hingga ketersediaan bumbu dasar masak "satset" di lokasi.

Bahkan pengembangan camping ground merambah hingga di pesisir pantai. Beberapa pesisir pantai menawarkan bagi pecinta camping bisa menikmati sensasi alam malam hari di pinggir pantai. Dimana hanya terdengar suara deru ombak menghiasi malam.

Bahkan pusat kota pun bisa mengandalkan ruang terbuka hijaunya (RTH) untuk menjadi camping ground. Sebab bagi pecinta camping, asalkan membawa suasana alam malam hari akan menjadi pilihan menikmatinya. Camping itu identik bersatu dengan alam.

Ekonomi Baru dari Selembar Terpal

​Tumbuhnya titik-titik perkemahan ini membawa angin segar bagi ekonomi warga lokal. Pemuda desa yang dulunya hanya melihat pendaki lewat, kini aktif mengelola parkir, menjadi penyedia kayu bakar, hingga penyewa perlengkapan kemah.

 

​Selembar terpal tenda kini bukan sekadar pelindung dari hujan, melainkan simbol gaya hidup baru masyarakat yang ingin kembali ke pelukan alam tanpa harus kehilangan kenyamanan. Di bawah kaki Sang Dewi Anjani, kini ribuan tenda warna-warni mulai bersolek, membuktikan bahwa pesona Lombok memang tak pernah habis, meski tanpa harus sampai ke puncaknya.

Salah seorang pecinta camping Alif Dzaky mengatakan camping itu bisa dimana saja. Tidak harus di bumi perkemahan, kaki rinjani, atau Sembalun. Dirinya bahkan beberapa kali camping di pantai. "Asalkan sekitar kawasan camping adalah alam terbuka, maka telah bersatu dengan alam," kata dia.

Editor : Kimda Farida
#rinjani #sembalun #senaru #Lombok #camping