Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tenda dan Kedukaan Menunggu Kedatangan Jenazah Praka Farizal Rhomadhon di Kulonprogo, Prajurit Penerima Dua Tanda Jasa dan Ayah Putri Dua Tahun

Lombok Post Online • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:02 WIB

KEHILANGAN ORANG TERSAYANG: Suasana di kediaman orang tua Praka Farizal Rhomadhon di Padukuhan Ledok, Kabupaten Kulonprogo, kemarin (30/3). Foto kiri, Praka Farizal Rhomadhon. (Jawa Pos)
KEHILANGAN ORANG TERSAYANG: Suasana di kediaman orang tua Praka Farizal Rhomadhon di Padukuhan Ledok, Kabupaten Kulonprogo, kemarin (30/3). Foto kiri, Praka Farizal Rhomadhon. (Jawa Pos)

LombokPost - Praka Farizal Rhomadhon meninggalkan seorang istri dan seorang putri yang baru berusia dua tahun.

Rencananya prajurit 28 tahun itu dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kulonprogo, tapi prosesinya digelar secara militer. 

TENDA telah dipasang. Kursi juga sudah ditata. Sejumlah tetangga telah pula berdatangan untuk takziah.

Sedangkan sebagian lainnya bergotong royong membersihkan rumpun bambu di sekitar rumah di Padukuhan (Desa) Ledok, Kabupaten Kulonprogo, DI Jogjakarta, itu.

Semua persiapan Senin (30/3) siang itu demi menyambut kedatangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon.

Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tersebut gugur akibat terkena serpihan proyektil yang ditembakkan Israel pada Minggu (29/3).

Di tengah gelayut kabar duka di rumah orang tua Farizal yang masuk Kapanewon (Kecamatan) Lendah tersebut, keluarga memilih menahan diri untuk tidak dulu memberikan keterangan. Dukuh (Kepala Desa) Ledok Wakidi yang ditemui terpisah yang membenarkan kabar duka terkait Farizal.

Dia mengaku menerima kabar tersebut dari sejumlah warga serta aparat TNI. "Saya mendapat kabar dari warga, lalu Babinsa mengabarkan," ucap Wakidi kepada awak media, seperti dikutip dari Radar Jogja Grup Jawa Pos kemarin.

Farizal bertugas di Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS). Batalyon tersebut merupakan batalyon infanteri TNI AD di bawah Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, yang bermarkas di Bireuen, Aceh.

Praka Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, 25, dan seorang putri, Shanaya, 2. Sampai dengan kemarin siang, dua orang terkasih almarhum tersebut masih dalam perjalanan dari asrama militer yang mereka tinggali selama ini di Bireuen, Aceh.

“Istri almarhum aslinya dari Kebumen. Selama ini ikut suami tinggal di Bireuen bersama sang putri,” kata seorang tetangga.

Tentara Berprestasi

Farizal yang lahir di Kulonprogo pada 3 Januari 1998 itu prajurit berprestasi. Prajurit Angkatan Darat yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang ditempatkan di Lebanon Selatan itu telah dianugerahi dua bintang jasa: Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun.

Yonif 113/JS tempat Farizal berasal adalah batalyon yang aktif dalam tugas pengamanan perbatasan dan operasi teritorial. Termasuk misi di Papua, penanggulangan sosial, serta pembangunan di daerah operasi.

"Yang bersangkutan menjabat sebagai Taban Provost 1 dan sedang melaksanakan tugas di pasukan perdamaian," ucap Dandim 0731 Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma saat dihubungi awak media kemarin.

Dyan mengaku belum mendapat informasi pasti kapan jenazah Farizal akan sampai di tanah kelahirannya. Adapun Wakidi menyebut, kalau jenazah Farizal Rhomadhon rencananya akan dikebumikan di tempat pemakaman umum.

Namun, prosesi pemakaman akan digelar secara militer. "Kapan pemakamannya saya belum tahu. Kami masih menunggu kabar," ujarnya. (ANOM BAGASKORO, Kulonprogo/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#gugur #kulonprogo #pbb #lebanon #TNI