Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wajah Baru Puskesmas Pringgarata, Manajemen Shift dan Layanan 24 Jam Jaga Mutu Pelayanan Kesehatan Warga

Lestari Dewi • Sabtu, 4 April 2026 | 08:00 WIB
Suasana pelayanan kesehatan tampak lengang di Puskesmas Pringgarata, Pringgarata, Lombok Tengah, belum lama ini.
Suasana pelayanan kesehatan tampak lengang di Puskesmas Pringgarata, Pringgarata, Lombok Tengah, belum lama ini.

 

Puskesmas Pringgarata sedang bersolek. Namun, perubahan ini bukan sekadar urusan cat dinding yang baru atau mempercantik fasad bangunan. Lebih dari itu, mereka sedang memperkuat fondasi utamanya, komitmen pelayanan total.

LESTARI DEWI, Lombok Tengah

LANGKAH kaki warga yang memasuki lobi Puskesmas Pringgarata pagi itu disambut suasana berbeda. Tak ada lagi antrean sesak atau raut wajah tegang.

Di balik meja pendaftaran, seorang petugas menyapa dengan senyum. Ramah dan tertib, menjadi standar baru di pusat kesehatan masyarakat tersebut.

Salah satu persoalan klasik layanan publik adalah kelelahan petugas. Pasien yang membeludak sering kali berhadapan dengan tenaga kesehatan yang jenuh. Menyadari hal ini, manajemen Puskesmas Pringgarata mengambil langkah taktis dengan menerapkan pembagian shift kerja yang presisi.

Baca Juga: SIDeKaNG Mandek, Mayoritas Website Desa di Lombok Tengah Tak Update

Kepala Puskesmas Pringgarata Haerozi menegaskan, keramahan tidak bisa lahir dari tekanan fisik berlebihan.

Manajemen ingin setiap petugas yang berhadapan dengan warga dalam kondisi prima. Keramahan tidak bisa dipaksakan jika petugas kelelahan.

“Di tambah faktor komunikasi antara petugas dengan pasien atau keluarga pasien akibat kelelahan, ada saja perseoalan. Sehinggga kami perbanyak pergantian shift, supaya beban kerja petugas tidak terlalu berat,” ujarnya kepada Lombok Post.

Baca Juga: April Penuh Senyum, 24 Prajurit Kodim Lombok Tengah Resmi Naik Pangkat Satu Tingkat

Dengan beban kerja yang terdistribusi merata, budaya Senyum, Sapa, dan Salam (3S) bukan lagi sekadar slogan, tetapi menjadi kebiasaan. Petugas kini tak hanya dituntut cakap menyuntik atau mendiagnosis, tetapi juga menjadi pendengar yang baik bagi keluhan masyarakat.

“Pelatihan dalam bentuk penyegaran bagi para petugas kesehatan pun kami rutin lakukan setiap bulan, kapasitas perawat juga kita tingkatkan yang dibiayai puskesmas,” beber dia.

Kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan sering kali luntur saat resep dokter tak bisa ditebus karena stok kosong.

Puskesmas Pringgarata tidak ingin hal itu terjadi. Sistem manajemen logistik farmasi kini dipantau lebih ketat. Penerapan buffer stock atau stok pengaman menjadi keharusan. Hal ini menjamin obat-obatan esensial selalu tersedia kapan pun dibutuhkan.

Baca Juga: 80 Dapur MBG di Lombok Tengah Ditutup Sementara, Tak Punya IPAL dan SLHS

“Tujuannya jelas, setiap pasien yang datang harus pulang dengan solusi medis yang lengkap. Mereka tidak perlu lagi pusing mencari obat tambahan di luar,” tambah Haerozi.

Sakit tidak pernah mengenal waktu. Tantangan ini dijawab dengan layanan 24 jam penuh. Unit Gawat Darurat (UGD) dan layanan rawat inap tetap beroperasi dengan standar yang sama.

Bagi warga desa yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, layanan ini menjadi napas lega. Mereka kini memiliki kepastian pintu puskesmas selalu terbuka saat darurat medis saat jam krusial.

Bagi manajemen, ini bukan sekadar angka kunjungan pasien. Ada filosofi yang ditanamkan kepada seluruh staf.

“Pelayanan kesehatan bukan cuma soal menyembuhkan penyakit, tapi soal bagaimana kita memanusiakan mereka yang datang,” pungkasnya.

Puskesmas Pringgarata kini menjadi bukti bahwa dengan manajemen SDM yang tepat dan dedikasi pada fasilitas, pelayanan kesehatan tingkat kecamatan mampu berdiri dengan standar kualitas tinggi. Di sini, kesehatan warga menjadi prioritas yang dijaga siang dan malam.

Editor : Akbar Sirinawa
#berita lombok tengah #puskesmas pringgarata #layanan 24 jam #Lombok Tengah #pelayanan kesehatan