Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kelas Bahasa Inggris di Sawah Desa Jurit Baru, Anak SD dan SMP Belajar Bareng Turis

Supardi/Bapak Qila • Senin, 6 April 2026 | 08:13 WIB
Anak-anak di Desa Jurit Baru sedang belajar bahasa inggris di gazebo tengah sawah, diajarkan salah seorang tamu mancanegara yang sedang liburan.
Anak-anak di Desa Jurit Baru sedang belajar bahasa inggris di gazebo tengah sawah, diajarkan salah seorang tamu mancanegara yang sedang liburan.

 

Melihat potensi pariwisata di Desa Jurit Baru, membuat Herman Zuhdi bersama istrinya Salmi untuk mengajarkan anak-anak dikampungnya berbahasa inggris agar kelak mereka tidak menjadi penonton ketika pariwisata desanya mulai berkembang.

SUPARDI, Lombok Timur

Puluhan anak usia sekolah dasar (SD) dan SMP berjalan menyusuri hamparan padi di areal sawah berundak Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela. Latar Gunung Rinjani membuat suasana sekitar sawah terlihat indah.

Anak-anak itu menuju gazebo kecil di tengah sawah. Mereka bukan bermain, tetapi mengikuti kelas bahasa Inggris dengan suasana terbuka.

Baca Juga: Pesona Pohon Purba di Pesisir Lombok Timur, Wisata Alam Langka nan Eksotis Sekaligus Lokasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Selong

Pendiri kelas bahasa Inggris Bridge Future Herman Zuhdi mengatakan, kegiatan ini berawal dari keresahannya bersama sang istri yang merupakan guru bahasa Inggris. Ia merasa waktu belajar di sekolah formal terbatas.

"Ada perasaan tidak puas dalam transfer pengetahuan, karena kalau di kelas formal itu hanya bertemu dua kali seminggu, sementara yang namanya bahasa Inggris harus intens dan kita praktikkan," terang Herman Zuhdi, Minggu (5/4).

Ia kemudian membuka kelas privat bahasa Inggris untuk anak-anak di kampungnya pada 2025. Awalnya hanya diikuti dua anak. Setelah beberapa minggu, jumlah peserta bertambah menjadi 30 anak dengan tiga level berbeda.

Kegiatan belajar tidak dilakukan di ruang kelas. Mereka memanfaatkan gazebo di tengah sawah dan ruang terbuka lain sebagai tempat belajar. Metode ini dinilai membuat anak lebih mudah memahami pelajaran.

Baca Juga: Mengenal Sosok Penjemput Mimpi Pelajar Berprestasi Imam Santoso, Sosok Dosen ITB Juga Konten Kreator

"Kadang kami di gazebo yang di atas, besok di bawah, kadang di kebun dan kadang-kadang juga di teras rumah. Jam belajar kami full setiap sore. Bahkan hari Minggu kami juga belajar," jelasnya.

Herman yang pernah berkecimpung di dunia pariwisata sebagai Pokdarwis di Desa Jurit Baru melihat perkembangan pariwisata sejak 2021 mulai dilirik wisatawan mancanegara.

Selain desa Tetebatu, Jeruk Manis, dan Kembang Kuning, wisatawan juga mulai berkunjung ke Desa Lendang Nangka Utara dan Jurit Baru. Ia ingin menyiapkan anak-anak agar tidak hanya menjadi penonton.

"Pada 5-10 tahun mendatang pariwisata Jurit Baru tentu akan semakin berbeda, untuk itu kami tidak mau anak-anak ini hanya menjadi penonton, tetapi mereka harus menjadi pelaku wisata dan mengambil manfaat dari sana juga," jelasnya.

Baca Juga: Kodim Lotim Amankan Terduga Pengedar dan Pemakai Sabu

Selain belajar bahasa Inggris, anak-anak juga diajarkan menjaga lingkungan dan kebersihan sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan.

Ia juga memanfaatkan wisatawan yang datang sebagai sarana praktik bahasa Inggris. Anak-anak dilibatkan sebagai pemandu wisata di desa.

"Anak-anak ini mengajak para tamu untuk keliling desa, melihat aktivitas masyarakat dan mereka ajak tamu-tamu ini menanam pohon, menanam padi, traveling dan jalan-jalan melihat suasana desa dan melihat aktivitas warga," jelasnya.

Antusias anak-anak cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Desa Jurit Baru, tetapi juga dari desa lain di luar Kecamatan Pringgasela.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian wisatawan. Bahkan ada tamu yang tertarik mengembangkan kegiatan serupa di negaranya.

Baca Juga: Ekowisata Mangrove Sugian Jadi Andalan Baru Desa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

"Bahkan ada satu tamu ingin mengadakan kegiatan semacam ini di negara mereka, dan mengajarkan bahasa inggris, “ujarnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Gunung Rinjani #Desa Jurit Baru #Belajar Bahasa Inggris #Lombok Timur #Pariwisata