Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Muslim Haji Bustami, Wariskan Keahlian Jagal Kurban ke Generasi Muda

Redaksi • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:07 WIB
SIAP WARISKAN ILMU: Muslim Haji Bustami saat bersiap melakukan penyembelihan sapi kurban di Pontianak. Tradisi jagal kurban yang telah dijalaninya selama 25 tahun kini mulai diwariskan kepada anak-anak muda. (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST/GRUP JAWA POS)
SIAP WARISKAN ILMU: Muslim Haji Bustami saat bersiap melakukan penyembelihan sapi kurban di Pontianak. Tradisi jagal kurban yang telah dijalaninya selama 25 tahun kini mulai diwariskan kepada anak-anak muda. (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST/GRUP JAWA POS)

LombokPost - Tradisi penyembelihan hewan kurban di Kota Pontianak tidak hanya menjadi bagian dari ibadah Iduladha. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana regenerasi keahlian jagal kurban sesuai syariat Islam.

MUSLIM Haji Bustami, salah seorang jagal kurban di Kota Pontianak, mengatakan dirinya bersama tim sudah aktif menangani penyembelihan hewan kurban sejak tahun 2000.

“Selama ini pengalaman yang kami jalani mudah-mudahan bisa bermanfaat. Ilmu penyembelihan juga kami turunkan kepada generasi muda agar nantinya ada penerus ketika kami sudah tidak mampu lagi bekerja,” ujarnya saat ditemui di Masjid Muhajirin, Jalan Perdana Komplek Bali Agung 2 Pontianak, Rabu (27/5).

Baca Juga: Aruna Senggigi Resort & Convention Kembali Gelar Program CSR Penyelenggaraan Hewan Kurban

Menurut Muslim, saat ini semakin banyak anak muda yang mulai terlibat dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban bersama timnya. Mayoritas berasal dari kalangan usia sekitar 30 tahun ke atas.

Ia mengaku awalnya hanya membantu sang abang dalam proses penyembelihan hewan kurban. Namun seiring waktu, dirinya terus belajar hingga akhirnya fokus menjadi jagal kurban.

“Kami sudah cukup lama menjadi langganan di masjid ini sejak tahun 2000. Awalnya saya ikut membantu abang, lama-kelamaan belajar sampai akhirnya fokus menjadi tukang jagal kurban,” katanya.

Baca Juga: PLN UIP Nusra Salurkan 27 Hewan Kurban Idul Adha 2026 untuk Masyarakat Sekitar Wilayah Kerja

Kelompok jagal yang dipimpinnya rutin dipercaya menangani penyembelihan hewan kurban di Masjid Muhajirin setiap Iduladha. Muslim menegaskan proses penyembelihan dilakukan sepenuhnya sesuai syariat Islam tanpa ritual khusus di luar ketentuan agama.

“Kami hanya membaca doa-doa kepada Allah SWT, baik doa kurban maupun akikah. Semua dilakukan sesuai tata cara syariah Islam,” jelasnya.

Dalam satu tim terdapat sekitar tujuh orang dengan pembagian tugas masing-masing, mulai dari penyembelihan, pengulitan, pemotongan daging hingga pengawasan proses keseluruhan.

Baca Juga: Jamin Kelancaran Hewan Kurban, Satpol PP NTB Perketat Pengawasan Tata Niaga Ternak di Pelabuhan Gili Mas

“Saya biasanya ikut mengoordinasikan dari awal penyembelihan sampai proses pemotongan selesai,” tambahnya.

Untuk Iduladha tahun ini, timnya menangani sekitar enam ekor hewan kurban dalam satu hari dan masih akan bertambah di sejumlah lokasi lainnya. Ia juga mengenang pengalaman menangani penyembelihan dalam jumlah besar beberapa tahun lalu yang mencapai puluhan ekor sapi dan kambing.

“Kalau pengalaman paling banyak, pernah sampai puluhan ekor sapi dan kambing,” pungkasnya. (IDIL AQSA AKBARY, Pontianak/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Anak Muda #penyembelihan #jagal #hewan kurban #syariah