Ketegangan yang sempat menyedot perhatian warga di depan Pendopo Bupati Lombok Tengah.
Melalui tindakan tegas dan terukur ini, Kapolres Lombok Tengah memastikan kondisi kamtibmas telah kembali kondusif serta menegaskan kesiapan pasukannya untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan.
----
PAGI yang semula tenang di Lombok Tengah seketika berubah riuh. Udara segar mentari pagi mendadak berganti ketegangan yang pekat.
Ratusan massa tampak merangsek maju, memadati area depan Mapolres Lombok Tengah. Gelombang pergerakan massa kemudian bergeser menuju depan Pendopo Bupati.
Pekikan tuntutan dan riuh langkah kaki massa menyedot perhatian warga setempat. Pengendara yang melintas dan masyarakat sekitar memperlambat laju kendaraan. Mereka terpaku menyaksikan ketegangan yang terus meningkat.
Baca Juga: PJU Mati Masih Dibayar, Jaksa Minta Dishub Loteng Validasi Titik PJU
Suasana kian mencekam saat botol-botol air kemasan mulai melayang di udara.
Kondisi itu memicu aksi saling dorong. Menanggapi situasi yang kian memanas, aparat kepolisian langsung memperketat barisan pengamanan.
Sebanyak 700 personel gabungan bersama puluhan kendaraan taktis diterjunkan ke titik rawan untuk menangani aksi.
Melalui tindakan cepat dan terukur, sejumlah oknum yang ditengarai sebagai provokator berhasil diamankan. Langkah tegas itu memukul mundur massa dan meredam eskalasi yang lebih luas.
Melihat respons cepat itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto memberikan apresiasi terhadap kesiapsiagaan pasukannya di lapangan.
Berdasarkan evaluasi sementara, seluruh personel dinilai memahami skenario, batasan eskalasi, hingga protokol penggunaan kekuatan.
Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres Loteng Bergerak, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Resmi Berganti
“Penggunaan kekuatan ini baru dilakukan ketika ada tindakan dari massa aksi. Dua per tiga kekuatan yang kami kerahkan ini untuk sama-sama mengetahui, apa yang dilakukan dan apa tanggung jawabnya,” ujar AKBP Eko Yusmiarto, Rabu (10/6).
Ia juga menegaskan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Lombok Tengah tetap aman dan kondusif.
Namun, korps baju cokelat enggan lengah. Jika sewaktu-waktu terjadi pergolakan, jajaran Polres Loteng siap bergerak memberikan bantuan pengamanan penuh.
Bagi masyarakat yang sempat panik atau sekadar menonton dari kejauhan, Anda bisa bernapas lega.
Seluruh rangkaian ketegangan, aksi lempar air kemasan, hingga drama penangkapan provokator yang menguras adrenalin sejak pagi tadi bukan kejadian sebenarnya.
Baca Juga: ITDC Klaim Warga Lokal Rasakan Dampak KEK Mandalika
Kapolres mengungkapkan, aksi demonstrasi itu bagian dari Simulasi Penanganan Konflik Sosial.
Agenda ini sengaja digelar jajaran Polres Loteng untuk menguji sekaligus melatih kesiapsiagaan anggota, kelaikan kendaraan, hingga efektivitas senjata serta sarana prasarana material logistik yang dimiliki.
“Dengan begitu, kapan pun bumi Tatas Tuhu Trasna membutuhkan pengamanan, polres setempat selalu dalam kondisi siap tempur,” tutupnya.
Editor : Kimda Farida