Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Logam Kekuningan di Bawah Candi yang Dulu Tertimbun Material Gunung Merapi: Setara Emas 16,5 Karat, Ditemukan di Wadah Simbol Kesakralan

Redaksi • Senin, 15 Juni 2026 | 09:09 WIB
BERLANGSUNG SAMPAI OKTOBER: Proses pemugaran Candi Losari di Desa Losari, Kabupaten Magelang. (JAWA POS)
BERLANGSUNG SAMPAI OKTOBER: Proses pemugaran Candi Losari di Desa Losari, Kabupaten Magelang. (JAWA POS)

LombokPost - Hasil pengujian laboratorium dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah memastikan bahwa logam kekuningan yang ditemukan di Candi Losari, Kabupaten Magelang, merupakan emas murni.

Logam tersebut terletak di dalam peripih yang berada beberapa lapis di bawah permukaan.

TAK cuma arca yang ditemukan dalam proses pemugaran untuk perbaikan fondasi Candi Losari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Ternyata Begini Isi Candi Preah Vihear Hingga Kamboja Nekat Perang Melawan Thailand

Ada pula peripih yang di dalamnya terdapat lempengan logam berwarna kekuningan berukuran kecil dengan ketebalan sangat tipis.

Dari hasil uji laboratorium, ternyata kepingan logam tersebut setara dengan emas 16,5 karat. Hal itu berdasarkan hasil pengujian laboratorium dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.

“Namanya elektrum, perpaduan emas, perak, tembaga, serta logam lainnya. Disetarakan emas 16,5 karat,” kata Junawan kepada Radar Magelang Grup Jawa Pos, Rabu (8/6) pekan lalu.

Baca Juga: Terkuak Alasan Perang Thailand dan Kamboja Pecah Gegara Candi Kuno Diperbatasan, Ternyata Ada Kesalahan Fatal

Dihubungi terpisah, juru pugar Restu Hidayat menjelaskan, penemuan arkeologis berupa arca tertanam di bawah lantai candi, sekitar tiga lapis dari permukaan.

Penemuan itu terjadi ketika tim bekerja hingga lapisan kesembilan dalam proses pembongkaran.

“Setelah penemuan tersebut, kami (tim penggalian) melanjutkan proses penggalian hingga tanah asli dan hasilnya kami menemukan kotak peripih,” ujarnya, tentang penemuan yang terjadi April lalu itu.

Baca Juga: Belum Move On Sebagai Vokalis Band, Candil Gabung Band Baru The Brokers

Peripih merupakan wadah ritual yang lazim ditempatkan di inti bangunan candi sebagai simbol kesakralan.

 Namun, kondisi peripih yang ditemukan tidak lagi utuh. Bagian penutupnya terpisah dari wadah utama.

Di dalam peripih itulah tim menemukan lempengan logam berwarna kekuningan berukuran kecil. Lebarnya 11,02 cm, tinggi 0,11 cm, dan berat 0,1117 gram.

Untuk saat ini, dua arca dan logam kekuningan tersebut telah diamankan di Kantor BPK Jawa Tengah di Bugisan, Prambanan, Klaten.

Di Kebun Salak

Badri, seorang guru, merupakan orang yang kali pertama menemukan Candi Losari di kebun salak miliknya pada 11 Mei 2004. Setelah dilaporkan, ekskavasi kemudian dilakukan lebih lanjut.

Candi yang masuk wilayah Kecamatan Salam itu diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Fisiknya terkubur lahar letusan Gunung Merapi sejak sekitar seribu tahun lalu.

Proses pemugaran telah dimulai sejak Februari lalu. Pekerjaan tersebut dijadwalkan masih berlangsung hingga Oktober tahun ini.

Menurut Junawan, penemuan arca tersebut melengkapi hasil ekskavasi sebelumnya yang menemukan tiga arca dengan bentuk serupa. Secara keseluruhan, arca-arca tersebut memiliki karakteristik yang sama dan diduga merepresentasikan Dewa Surya dalam tradisi Hindu, dengan perbedaan ukuran yang sangat tipis.

Tim memperkirakan jumlah arca dalam satu kesatuan struktur mencapai delapan blok. “Namun, hingga kini, baru lima arca yang berhasil ditemukan, sementara sisanya belum dapat dipastikan keberadaannya,” katanya.

Sebagian besar struktur Candi Losari berada di bawah permukaan tanah. Untuk saat ini, pemugaran masih dalam tahap awal.

“Bentuk utuh candi belum akan terlihat pada tahap ini karena prosesnya bertahap dan berlanjut ke tahap berikutnya,” jelas Junawan.

Setelah tahap pertama selesai, tim berencana melanjutkan ekskavasi di sisi barat dan selatan. Area tersebut diduga masih menyimpan struktur tambahan yang tertimbun.

“Termasuk kemungkinan keberadaan candi perwara (bangunan candi berukuran lebih kecil yang berfungsi sebagai pelengkap atau pengawal candi utama di sebuah kompleks percandian Hindu-Buddha, red),” ujarnya. (ROFIK SYARIF, Kabupaten Magelang/ttg/JPG/r3) 

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#EMAS #jawa tengah #kerajaan #candi #karakteristik