Dari Batu Hijau ke Katoda Dunia: 10 Tahun Perjalanan AMMAN Membangun Tambang Terintegrasi (2-Habis)

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Inilah kawasan smelter milik AMMAN. Berdiri megah di Dusun Otak Keris, Kecamatan Maluk. Dari sinilah, konsentrat dari tambang Batu Hijau diproses menjadi salah satu katoda tembaga terbaik dunia. (Foto istimewa)
Inilah kawasan smelter milik AMMAN. Berdiri megah di Dusun Otak Keris, Kecamatan Maluk. Dari sinilah, konsentrat dari tambang Batu Hijau diproses menjadi salah satu katoda tembaga terbaik dunia. (Foto istimewa)

Sepuluh tahun perjalanan AMMAN adalah kisah membangun warisan.  Tidak hanya diukur dari hasil hari ini, tetapi ada fondasi yang ditinggalkan untuk masa depan. Berikut lanjutannya. 

ABDUL FARUK, SUMBAWA BARAT 

Mengobrol dengan Kartika Oktaviana, Vice President Corporate Communication AMMAN rasanya tak pernah bosan. Penjelasannya tentang perjalanan 10 tahun AMMAN membangun tambang terintegrasi dikemasnya sederhana, padat namun jelas. Mungkin, pengalamannya di dunia jurnalistik, membuat lulusan Universitas Columbia, New York City, Amerika Serikat ini paham betul akan kebutuhan dan cara kerja media. Menurut dia, capaian hilirisasi AMMAN tidak hanya berbicara pada produksi semata. Kini, tentang kualitas dan pengakuan. Vina demikian akrabnya disapa mengaku, katoda tembaga dan emas murni pertama AMMAN dari pabrik smelter seluas 150 hektare di Kabupaten Sumbawa Barat ini telah memperoleh pengakuan dari para pedagang komoditas global terkemuka. ‘’Ketoda tembaga dan emas yang dihasilkan AMMAN mendapat pengakuan dunia internasional,’’ katanya seraya tersenyum.

Warisan lain yang dicatatkan AMMAN adalah keberhasilan mereka memenuhi seluruh indikator sertifikasi internasional The Copper Mark untuk operasi tambang batu hijau di Kabupaten Sumbawa Barat. The Copper Mark kata Vina, dirancang bagi industri tembaga untuk memastikan pelaku di seluruh rantai nilai menerapkan praktik produksi bertanggung jawab dan berkontribusi penuh pada pembangunan berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ‘’Pencapaian ini memperkuat posisi AMMAN sebagai produsen tembaga dunia yang konsisten meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, sosial dan tata kelola sesuai tolak ukur global,’’ paparnya lagi. 

Vina kembali menegaskan, pencapaian ini makin menegaskan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek operasional. AMMAN terus berupaya menerapkan praktik bertanggung jawab, mulai dari pengelolaan lingkungan, penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM), ketaatan hukum hingga pemberdayaan masyarakat. ‘’Anugerah The Copper Mark menjadi bukti komitmen kami selama ini. Penghargaan ini dari pihak ketiga dan sangat independen,’’ jelasnya lagi. 

Baca Juga: Menenun Hijau di Tanah Bekas Tambang Amman: Jalinan Ijuk, Komitmen dan Keringat Pekerja (1)

Vina secara gamblang menceritakan perjalanan AMMAN bersama lembaga internasional ini. Dimulai dari penandatanganan Letter of Commitment (LoC). Selama dua tahun, AMMAN terus melakukan upaya perbaikan pada seluruh 32 aspek penilaian. ‘’ Kami sangat mengapresiasi. Mereka telah memberikan arahan secara komprehensif agar operasi kami tetap menerapkan standar yang tinggi dalam aspek ESG,’’ ujarnya. 

The Copper Mark adalah sebuah organisasi yang dikembangkan International Copper Association, berisikan para pakar lingkungan dan hak asasi manusia. Pemenuhan seluruh kriteria sertifikasi The Copper Mark oleh AMMAN makin menegaskan kontribusi Indonesia, melalui sektor pertambangan dalam memajukan praktik keberlanjutan dan etika bisnis yang diakui di tingkat global. 

Fondasi utama AMMAN berada di Batu Hijau, salah satu operasi tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia. Mereka juga mengembangkan proyek Elang di Kabupaten Sumbawa. Kedua aset ini merepresentasikan salah satu cadangan tembaga terbesar di dunia. ‘’Keberhasilan ini mengantarkan AMMAN sebagai perusahaan pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang tergabung dalam International Copper Association (ICA),’’ urainya lagi. 

Baca Juga: Nilai Tambang Mengalir Lebih Jauh, Jejak AMMAN dalam Menggerakkan Ekonomi NTB

ICA merupakan organisasi global terkemuka, berperan mempromosikan nilai tembaga, melindungi pasar tembaga dengan memperkuat permintaan terhadap komoditas ini sebagai material kunci bagi masa depan berkelanjutan. Asosiasi ini beranggotakan 39 perusahaan, tersebar di enam benua, mewakili lebih dari 50 persen produksi tembaga dunia. ‘’Keanggotaan AMMAN dalam ICA mempertegas komitmen perusahaan terhadap produksi tembaga yang bertanggung jawab serta mendukung peran tembaga dalam elektrifikasi dan transisi energi global,’’ paparnya. 

Vina makin bersemangat menceritakan berbagai pencapain positif AMMAN selama 10 tahun terakhir. Menurutnya, masuknya AMMAN dalam keanggotaan ICA  membawa perspektif positif Indonesia dalam diskusi global mengenai masa depan tembaga. ‘’Sebagai ekonomi terbesar Asia Tenggara, Indonesia memainkan peran krusial dalam rantai pasok regional maupun global katoda tembaga,’’ jelasnya. 

Masuknya AMMAN pada keanggotaan ini menjadi kesempatan emas berbagi praktik terbaik, terlibat dalam prioritas keberlanjutan serta memiliki kesempatan berkolaborasi dengan anggota ICA lainnya, guna memenuhi permintaan tembaga dunia yang terus meningkat secara bertanggung jawab. ‘’AMMAN kini ikut memberikan kontribusi terhadap pasokan tembaga dunia,’’ ungkapnya. 

Capaian itu tidak lepas dari upaya AMMAN selama sembilan tahun terakhir mentransformasi berbagai aspek bisnisnya secara fundamental dengan memanfaatkan inovasi digital untuk menjadi salah satu perusahaan tambang paling efisien di dunia. Menerapkan praktik terbaik global dalam tata kelola, keselamatan kerja, keragaman dan keberlanjutan. ‘’Digitalisasi ini memperkuat cara kerja perusahaan, tidak hanya di area operasional tambang, tetapi juga di proses bisnis pendukung yang menentukan efisiensi organisasi secara keseluruhan,’’ sebutnya. 

Mengelola operasional tambang, smelter, pembangkit listrik hingga fasilitas regasifikasi dalam satu ekosistem bisnis yang saling terhubung membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur fisik. Di balik operasional tersebut, kemampuan mengelola data, mempercepat pengambilan keputusan dan mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perusahaan. ‘’Upaya ini mengantarkan AMMAN sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang berhasil meraih pengakuan dalam SAP Customer Excellence Awards for SEA 2026,’’ jelasnya lagi. 

Baca Juga: Rekolonisasi dan Pemantauan Laut Dalam, Cara AMMAN Menjaga dan Merawat Ekosistem Sumbawa Barat

Penghargaan ini diberikan karena keberhasilan AMMAN memanfaatkan teknologi Cloud untuk mempercepat transformasi bisnis melalui sistem kerja terintegrasi dan berbasis data. AMMAN memperoleh pengakuan Autonomous Suite dan Data & AI, kemampuan perusahaan membangun proses kerja digital lebih otomatis, saling terhubung dan mampu mengubah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan bisnis. ‘’Sejak tahun 2020, AMMAN secara bertahap membangun fondasi digital untuk mendukung perkembangan bisnis yang terus bertumbuh,’’ katanya. 

Melalui sistem terintegrasi, berbagai fungsi perusahaan, mulai dari keuangan, pengadaan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan data dan analitik, kini dapat berjalan dalam satu ekosistem yang lebih efisien, transparan dan adaptif. Transformasi itu menghadirkan inovasi yang langsung dirasakan pelanggan, salah satunya melalui pengembangan Automated Teller Gold Machine (ATGM) yang memungkinkan proses pembelian dan penebusan emas  dilakukan lebih cepat, aman dan terdokumentasi secara real-time, mulai dari validasi stok hingga pencatatan transaksi secara elektronik. ‘’Di AMMAN, digitalisasi merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Melalui sistem yang terintegrasi, kami terus memperkuat tata kelola, mempercepat pengambilan keputusan. Ini sejalan dengan visi AMMAN,’’ urainya panjang. 

AMMAN juga mencapai 100 persen procurement untuk goods melalui SAP Business Network dalam sembilan bulan setelah go live. Sekaligus memproses lebih dari 1.500 purchase order setiap minggu dengan hambatan minimal. Di area operasional, AMMAN juga mengembangkan AIDA atau Artificial Intelligence Dashboard Automation, sistem berbasis kecerdasan buatan yang membantu meningkatkan mineral recovery dan efisiensi pengolahan. ‘’Sistem ini dibangun dari data operasional AMMAN selama lebih dari 25 tahun dan memberikan rekomendasi parameter operasi yang ditinjau secara berkala oleh tim operasi dan metalurgi,’’ jelasnya. 

Baca Juga: Sebelum Bahaya Menjadi Bencana, AMMAN Membaca Risiko dengan Teknologi

Langkah AMMAN bukan sekadar kemajuan perusahaan. Integrasi hulu ke hilir juga membawa arti penting bagi Kabupaten Sumbawa Barat dan Provinsi NTB. Keberadaan smelter menjadi pintu masuk bagi pengembangan industri berkelanjutan di Sumbawa Barat. ‘’Ini akan menciptakan poros industri baru di Sumbawa Barat, NTB bahkan nasional,’’ tutupnya. 

Terpisah, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah mengakui smelter menjadi pintu masuk Sumbawa Barat sebagai kawasan industri baru kawasan Indonesia Timur. Keberadaan smelter mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, provinsi maupun nasional. ‘’Smelter mampu menarik investasi, membuka peluang penyerapan tenaga kerja. Baik bagi KSB maupun NTB,’’ katanya singkat.

Di sisi lain, dampak ekonomi sektor pertambangan juga terlihat dalam struktur perekonomian NTB. BPS NTB mencatat ekonomi Provinsi NTB tumbuh 7,41 persen pada triwulan II tahun 2026. Pertambangan dan ekspor menjadi mesin utama. Pada periode tersebut, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi. Sementara ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran. Data ini menunjukkan, aktivitas pertambangan, produksi mineral dan akses produk ke pasar ekspor masih memiliki keterkaitan kuat dengan ekonomi regional. 

Baca Juga: AMMAN Bawa AI Ready ASEAN ke Unram, Literasi AI NTB Naik Kelas

Bagi AMMAN, perjalanan satu dekade ini pada akhirnya bukan hanya tentang membangun tambang atau fasilitas pemurnian. Ini adalah perjalanan membangun kemampuan nasional untuk mengelola sumber daya alam dengan nilai tambah yang lebih besar. Dari Batu Hijau, AMMAN kini berdiri sebagai bagian dari rantai nilai tembaga dan emas yang lebih utuh, lebih terintegrasi dan makin relevan bagi kebutuhan dunia terhadap mineral kritis, teknologi, energi bersih dan industri masa depan. Dari operasi tambang di Sumbawa Barat menjadi perusahaan yang menghubungkan hulu dan hilir. Dari konsentrat menjadi katoda tembaga dan emas murni dari kerja operasional menjadi transformasi digital. (*)

 

Editor : Rury Anjas Andita
tambang batu hijau Batu Hijau Amman tambang emas