Ketika Lantunan Ayat Suci dan Gemulai Tari Menata Kembali Jiwa-Jiwa Muda Anak Binaan LPKA Loteng

Lestari Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 13:35 WIB
Para anak binaan LPKA Kelas II Lombok Tengah antusias mengikuti kegiatan mengaji dan menari yang diberikan lembaga tersebut.
Para anak binaan LPKA Kelas II Lombok Tengah antusias mengikuti kegiatan mengaji dan menari yang diberikan lembaga tersebut. 

 

LPKA Kelas II Lombok Tengah membina anak-anak binaan melalui perpaduan kegiatan mengaji dan latihan tari tradisional. Program edukatif ini dihadirkan untuk menenangkan hati, mengasah kreativitas, serta membekali mereka menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.

----

SUASANA di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah tampak berbeda dan riuh penuh kehangatan siang itu. Gelak tawa, lantunan ayat suci, hingga ketukan irama tari saling bersahutan mengisi setiap sudut lorong. Di balik tembok tinggi yang kokoh, memancar gairah baru dari para anak binaan yang tengah gigih menempa diri demi menjemput masa depan yang lebih baik.

Di dalam Masjid At-Taubah yang sejuk, sekelompok anak binaan duduk melingkar dengan tekun. Berhadapan dengan Ustaz Hasanuddin dan Addin Wardiman, jemari mereka perlahan menyusuri lembaran Alquran. Lantunan tajwid yang terbata-bata secara bertahap berubah menjadi bacaan yang kian merdu dan tertata.

Baca Juga: Pemkab Loteng Tambah Anggaran Jalan Rp 73,06 Miliar

Sentuhan spiritual itu meresap ke sanubari para anak binaan. Salah seorang anak binaan yang ikut mengaji, AR, 16 tahun, mengaku menemukan kedamaian yang selama ini dicarinya.

“Saya pengen pas keluar nanti bisa jadi anak yang sholeh dan banggain orang tua,” tutur AR.

Tak jauh dari masjid, riak semangat yang berbeda bergemuruh di area kegiatan. Sejumlah anak binaan tengah asyik menggerakkan tubuh mengikuti petunjuk mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram. Dalam balutan suasana penuh keakraban, mereka diajarkan gerakan Tari Gopala dan Tari Kecak.

Baca Juga: MotoGP dan KEK Mandalika Dongkrak Investasi Loteng, Lima Tahun Tembus Rp 17,12 Triliun

Keriuhan dan hentakan kaki saat menari menjadi wadah pelepas penat sekaligus pemantik semangat baru.

“Awalnya canggung dan malu-malu pas diajarin nari. Tapi ternyata seru banget!” ungkap KA, anak binaan yang aktif mengikuti latihan tari.

Keriuhan positif itu menjadi cerminan komitmen LPKA Lombok Tengah dalam menghadirkan pembinaan yang beragam, edukatif, dan humanis bagi para penghuninya. Setiap olah gerak dan lantunan ayat tak sekadar mengasah bakat, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kekompakan.

Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah Hidayat mengungkapkan, perpaduan pembinaan kerohanian dan olah kreasi seni memiliki peran sentral dalam proses pembentukan karakter anak binaan. Melalui kegiatan belajar mengaji, pihaknya berharap anak binaan dapat meningkatkan pemahaman keagamaan sebagai bekal membentuk pribadi yang lebih baik.

Baca Juga: Anggota DPRD Loteng dan Eks Calon Bupati Dilaporkan Polisi, Dugaan Penipuan Uang Rp 370 Juta

“Di sisi lain, lewat kegiatan seni, mereka dapat mengembangkan potensi dan kreativitas sekaligus belajar disiplin serta kerja sama,” ujar Hidayat.

Langkah inovatif dan kolaboratif itu diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan. Bagi LPKA Lombok Tengah, bekal spiritual dan semangat kreativitas itu kelak menjadi modal berharga bagi anak-anak binaan untuk melangkah mantap saat kembali diterima di tengah masyarakat. 

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
menari mengaji LPKA Lombok Tengah anak binaan