Yuli mengubah bekas toko sembako yang bangkrut di Desa Beber menjadi Bale Kreatif, tempat bermain anak sekaligus destinasi kuliner viral. Dengan tarif terjangkau mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu, anak-anak desa kini bisa menikmati fasilitas permainan mirip di mal tanpa perlu pergi jauh.
----
SUARA gelak tawa anak-anak bersahut-sahutan menembus riuhnya area permainan di Desa Beber, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Di bawah naungan pepohonan yang rindang, puluhan balita hingga anak-anak usia sekolah dasar tampak asyik memegang mainan favorit mereka. Tak jauh dari lokasi main, belasan ibu-ibu duduk santai di berugak, mengawasi buah hati mereka sembari menikmati camilan hangat dan minuman segar.
Suasana ini menjadi pemandangan sehari-hari di Bale Kreatif. Tempat yang kini menjadi perbincangan hangat di media sosial itu mengusung penataan usaha yang memanjang ke belakang dengan nuansa adem dan asri. Berjejer berugak berbagai ukuran yang tertata rapi, dihiasi pot bunga warna-warni, serta gemericik air dari kolam ikan yang makin menambah kenyamanan pengunjung.
Baca Juga: Betabeq Menjelang MotoGP Mandalika 2026, Tradisi Sasak Membawa Doa, Restu, dan Kebersamaan
Siapa sangka, lokasi yang kerap disesaki pengunjung itu berawal dari sebuah tempat sederhana. Yuli, pemilik Bale Kreatif, menangkap peluang dari kerinduan warga desa akan fasilitas hiburan anak yang terjangkau.
“Kenapa tidak kami hadirkan di sini, murah meriah hanya Rp 5 ribu. Orang desa masih berpikir harus ke tempat jauh dulu seperti mal baru bisa membawa anak-anak bermain, sekarang sudah ada di desa,” tutur ibu dari empat anak itu.
Sensitivitas Yuli terhadap kebutuhan warga tak berhenti di wahana permainan. Berawal dari keluhan para ibu yang mengantar anaknya bermain, wanita asal Sumbawa ini menangkap aspirasi baru. Warga meminta agar disediakan juga pilihan kuliner agar momen mendampingi anak terasa lebih berkesan.
Baca Juga: Kronologis Keracunan Menu MBG di SDN Beber: Selain Siswa, Guru Ikut Juga jadi Korban
Keberanian Yuli merespons permintaan itu berbuah manis. Saat ini, Bale Kreatif tak hanya disebut sebagai tempat bermain, tetapi juga destinasi kuliner favorit. Di hari biasa, banyak pengunjung datang khusus untuk menyantap aneka hidangan lokal.
Mulai dari menu paketan seperti ikan cobek, ayam bakar lengkap dengan pelecing, hingga sajian merakyat seperti bakso dan mi ayam.
Perjalanan membangun Bale Kreatif sejatinya menjadi simbol kebangkitan Yuli. Bangunan yang kini ramah anak itu dulunya merupakan toko sembako yang sempat bangkrut akibat terjerat utang bank.
Daripada membiarkan bangunan terbengkalai dan mainan anak-anaknya menumpuk di rumah, Yuli memberanikan diri mengubah arah usahanya.
Aksesnya yang strategis di pinggir jalan serta dekat dengan fasilitas sekolah menjadikan tempat ini makin diminati. Khusus untuk anak-anak sekolah dasar, Yuli bahkan memberikan tarif khusus yang sangat merakyat, yakni hanya Rp 2 ribu.
Baca Juga: Akhir Pekan di Bawah Tenda Lembah Datu, Anak Muda Ikut Mengelola dan Membuka Peluang Ekonomi Baru
Ke depan, Yuli terus berbenah dan menyisihkan pendapatan untuk menambah fasilitas permainan agar Bale Kreatif bisa berkembang makin modern. Dari ruang usaha yang sempat mati, kreativitas dan keberanian Yuli kini telah menghidupkan senyum anak-anak sekaligus memutar roda ekonomi di desanya.
“Semoga bisa berkembang lebih baik lagi,” tutup dia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post