Diserahkan untuk Pengrakse Kota Mataram

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 19:09 WIB
Keris Sangkareang dirancang dengan dapuran khusus yang terinspirasi dari Gapura Sangkareang.
Keris Sangkareang dirancang dengan dapuran khusus yang terinspirasi dari Gapura Sangkareang.

 

 

KERIS tersebut mengambil filosofi dari bentuk Gerbang Sangkareang, ikon yang kini identik dengan Kota Mataram. Gagasan pembuatannya berangkat dari keinginan mengabadikan simbol kota melalui tradisi tosan aji.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menjelaskan, Gerbang Sangkareang merupakan ikon yang diinisiasi Mohan Roliskana. Karena itu, keris yang mengadaptasi bentuk gerbang tersebut direncanakan menjadi persembahan khusus bagi wali kota.

 

“Ini nanti akan diserahkan untuk pengraksa Kota Mataram,” ujar Cahya, Rabu (14/10).

 

Dalam konteks ini, pengraksa dimaknai sebagai pemimpin atau penjaga kota. Keris Sangkareang tidak hanya membawa bentuk yang terinspirasi dari ikon daerah, tetapi juga merekam masa ketika karya itu dilahirkan.

 

 

Baca Juga: Humas Polda NTB Bagi Sembako Jelang Hari Jadi Humas Polri Ke-75

Dalam tradisi perkerisan, dapur merujuk pada bentuk atau karakter rancangan keris. Pada Keris Sangkareang, rancangan tersebut secara khusus mengadaptasi bentuk Gerbang Sangkareang.

 

Cahya menegaskan, dapur keris ini dirancang secara khusus dan menjadi identitas yang membedakannya dari keris lainnya. “Dapuran Gerbang Sangkareang itu hanya Keris Sangkareang,” katanya.

 

Kekhususan desain itu menjadi bagian penting dari gagasan penciptaannya. Gerbang yang dikenal masyarakat sebagai simbol Kota Mataram diterjemahkan ke dalam bentuk pusaka, sehingga identitas kota dapat direkam melalui karya budaya.

 

Harapannya, keris ini kelak menjadi penanda sejarah. Bahkan ketika ratusan tahun telah berlalu, bentuk dan asal-usulnya diharapkan tetap dapat ditelusuri.

 

“Lima ratus tahun ke depan akan terlihat, kapan keluarnya keris dengan dapur Gerbang Sangkareang ini, pada masa pemerintahan Bapak Mohan Roliskana,” ujar Cahya.

Baca Juga: Ketika Ikon Kota Mataram Ditempa Menjadi Pusaka

 

Dengan demikian, Keris Sangkareang tidak hanya dirancang untuk tampil dalam festival. Ia juga membawa gagasan tentang bagaimana sebuah karya dapat menyimpan jejak pemerintahan dan identitas kota pada zamannya.

 

Keris Sangkareang telah selesai dibuat. Proses pengerjaannya melibatkan keterampilan empu dari Lombok Barat dan Kota Mataram.

 

Bahan logamnya disiapkan oleh perajin di kawasan Kamasan, sedangkan proses pembuatan keris turut melibatkan perajin dari Getap. Rangkaian ini menunjukkan bahwa sebuah pusaka tidak lahir dari satu pekerjaan saja, melainkan melalui keterlibatan sejumlah orang dengan keahlian berbeda.

 

“Material keris terdiri atas besi, baja, dan nikel yang diolah menggunakan teknik tempa lipat,” jelas praktisi keris yang juga Ketua Panitia Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026 Lalu Yopi Diansastra.

 

Sementara itu, pencucian keris dilakukan di Ampenan. Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian pengerjaan dan perawatan pusaka sebelum karya tersebut diperkenalkan kepada masyarakat.

 

Baca Juga: UMMAT Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

 

Biaya pembuatan Keris Sangkareang belum diungkapkan. Nilai yang ingin ditonjolkan bukan sekadar biaya pengerjaan, melainkan kekhususan rancangan dan keterlibatan para perajin dalam mewujudkan gagasan tersebut.

 

“Sebelum diserahkan kepada Pengrakse, Keris Sangkareang terlebih dahulu dipersiapkan untuk pencatatan hak kekayaan intelektual melalui Kementerian Hukum,” ujarnya. 

 

Langkah ini dimaksudkan untuk mendokumentasikan dan melindungi rancangan khusus yang menjadi identitas keris tersebut. Setelah proses pencatatan diselesaikan, keris direncanakan diserahkan kepada wali kota. 

 

“Sebelum penyerahan, pusaka itu juga akan dikirabkan dalam rangkaian Sasaka Mataram Tosan Aji Festival 2026,” jelasnya. 

 

 

Baca Juga: PUPR Mataram Tata Ruang Air Perkotaan

Festival tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari tiga malam. Bukan hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan keris, kegiatan ini juga menghadirkan insan perkerisan dan para perajin yang selama ini menjaga keterampilan tradisional.

 

“Mereka akan tampil melalui berbagai lokakarya, mulai dari pembuatan warangka atau sarung keris, pencucian pusaka, pengolahan logam, hingga penempaan,” paparnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis
Keris Sangkareang Dapuran Gerbang Sangkareang Tosan Aji Mataram