Sinergi Satgas TMMD ke-130 Kodim 1620/Loteng dan Masyarakat, Bangun Lima Sumur Bor

Lestari Dewi • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:40 WIB
DERITA KEMARAU: Satgas TMMD ke-130 Kodim 1620/Loteng bersama warga bergotong royong menembus kedalaman puluhan meter untuk membangun sumur bor di Desa Batujai, Praya Barat, Loteng, Rabu (21/10).
DERITA KEMARAU: Satgas TMMD ke-130 Kodim 1620/Loteng bersama warga bergotong royong menembus kedalaman puluhan meter untuk membangun sumur bor di Desa Batujai, Praya Barat, Loteng, Rabu (21/10).

 

Satgas TMMD ke-130 Kodim 1620/Loteng bersama warga bergotong royong membangun sumur bor dengan kedalaman hingga 70 meter.

Kehadiran sumur bor ini menjadi solusi dalam mengatasi krisis air bersih yang kerap melanda Lombok Tengah saat musim kemarau.

-----

TERIK matahari di atas Gumi Tatas Tuhu Trasna terasa begitu membakar siang itu. Gelombang udara panas khas musim kemarau menyengat kulit.

Namun, di tengah teriknya siang itu, tawa, peluh, dan semangat membara justru terpancar dari raut wajah para prajurit TNI bersama warga desa. Suara gemuruh mesin bor memecah keheningan desa.

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1620/Lombok Tengah bersama puluhan warga tampak bahu-membahu melakukan pengeboran, menembus kerasnya lapisan tanah demi sumber air.

Baca Juga: Aksi Gemilang Ine Rosdiana di Time Attack MFoS, Buktikan Wanita Juga Bisa Berjaya di Lintasan Balap

Di lima titik lokasi pembangunan, Desa Batujai, Desa Sukaraja, Desa Muncan, Desa Sepakek, hingga Kelurahan Praya, pemandangan gotong royong terlihat.

Warga dengan sigap menyodorkan ember, mengangkut material bebatuan, hingga menyajikan segelas kopi hangat dan camilan seadanya untuk para prajurit.

Suasana siang yang menyengat terasa riuh oleh kerja sama dan tekad bulat menuntaskan krisis air bersih yang saban kemarau menghantui. Rata-rata pengeboran harus menembus kedalaman 60 hingga 70 meter.

Baca Juga: Pemkab Lombok Tengah Jaga Lahan Pangan di Tengah Geliat Investasi

Kesulitan air bersih ini memang telah lama dirasakan warga Desa Batujai. Sebelum adanya sumur bor, warga terpaksa bergantung pada bantuan pasokan air yang datang secara berkala.

“Bahkan, untuk konsumsi makan dan minum sehari-hari, kami terpaksa harus menyisihkan uang untuk membeli air galon,” tutur Mudahar kepada wartawan.

Sebuah perjuangan fisik yang tak mudah, mengingat kondisi geografis dan karakteristik lahan yang keras.

Namun, saat mata bor akhirnya menyentuh akuifer dan semburan air membumbung ke udara, sorak-sorai gembira seketika pecah.

Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 1620/Loteng Letkol Arh Mohamad Arifin menyampaikan, pembangunan sumur bor ini dirancang khusus untuk menyasar langsung akar persoalan masyarakat di pelosok desa.

“Terlebih pada musim kemarau seperti sekarang, ketersediaan air menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi warga,” tegas Letkol Arh Mohamad Arifin, Rabu (21/10).

Baca Juga: Geliat Kriya Buatan Tangan di Tengah Kemegahan Mandalika, Pinalo Tembus Pasar Hong Kong

Ia menuturkan, TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, melainkan wadah untuk merawat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata di lapangan.

“Melalui program TMMD ini, kami terus berupaya menghadirkan sarana yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara langsung,” tambahnya.

Dia juga berpesan kepada warga di lima wilayah sasaran agar fasilitas yang telah dibangun dengan tetes keringat bersama ini senantiasa dirawat.

Dengan kepedulian bersama, manfaat air bersih itu diharapkan dapat terus mengalir dan dirasakan hingga generasi mendatang. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
air bersih Lombok Tengah kemarau TMMD sumur bor