Tak Pernah Bikin Keris Tapi Punya Gelar Mpu! Terkuak Alasan S. Tidjab Beri Gelar Kehormatan Ini pada Tong Bajil

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Mpu Tong Bajil
Mpu Tong Bajil

LombokPost - Dalam panggung persilatan cerita Tutur Tinular, nama Mpu Tong Bajil selalu identik dengan sosok antagonis bertubuh kerdil yang memiliki ajian pemungkas Aji Segara Geni. Namun, jika kita mencermati detail cerita karya S. Tidjab ini secara mendalam, ada satu hal yang kerap memicu tanda tanya besar di kalangan pendengar dan pembaca: mengapa tokoh sesat ini menyandang gelar "Mpu"?

Secara historis dan kebiasaan di Nusantara, gelar Mpu (atau Empu) umumnya disematkan kepada seseorang yang memiliki keahlian tinggi dalam bidang menempa senjata (metalurgi), seperti Mpu Gandring, Mpu Ranubhaya, atau Mpu Hanggareksa.

Gelar ini juga bisa merujuk pada sosok pertapa, cendekiawan, atau guru besar agama yang memiliki spiritualitas tingkat tinggi. Lantas, apakah Mpu Tong Bajil pernah menempa sebilah keris atau pusaka sepanjang hidupnya?

Berikut ulasan data dan fakta cerita mengenai alasan di balik penyematan gelar Mpu pada Tong Bajil serta rahasia keahlian yang dimilikinya:

 

1. Makna Gelar 'Mpu': Bukan Sekadar Pembuat Keris

 

Status Kekuasaan: Pemimpin Padepokan & Master Aliran Hitam.

Peran Gelar: Penanda Penghormatan Hirarki & Guru Besar Sastra Kuno.

Fakta Cerita: Menunjukkan kedudukan sosial tinggi di komunitas rimba persilatan.

Baca Juga: Di Balik Kegelapan Mpu Tong Bajil dan Dewi Sambi: Ketika Luka Menjelma Jadi Kejahatan Mengerikan

Fakta pertama yang perlu dipahami adalah bahwa gelar Mpu pada zaman kerajaan Nusantara tidak hanya dipakai secara eksklusif oleh pembuat keris. Gelar ini merupakan bentuk penghormatan (honorific) bagi orang yang dianggap master, guru besar, atau pemimpin sebuah padepokan yang menguasai keilmuan tertentu secara paripurna.

Mpu Tong Bajil adalah pimpinan tertinggi dari sebuah kelompok aliran hitam yang bertempat di Padepokan Gunung Tengger. Di mata para muridnya—termasuk Dewi Sambi—serta para sekutunya dari Kediri, Tong Bajil diakui sebagai guru agung yang memiliki wawasan luas mengenai kitab-kitab kuna, ajian rahasia, serta peta kekuatan di Tanah Jawa. Penyematan gelar Mpu padanya adalah bukti pengakuan atas tingginya kasta keilmuan fisik maupun batin yang ia kuasai.

 

2. Jejak Penguasaan 'Metalurgi Magis' dan Senjata Tongkat

 

Senjata Utama: Tongkat Tengkorak (Tongkat Pencabut Roh).

Keahlian Khusus: Pemahaman Struktur Logam dan Pengisian Energi Gaib.

Keterlibatan Senjata: Memahami rahasia kekuatan Pedang Naga Puspa.

Pertanyaan menarik lainnya adalah, apakah Tong Bajil pernah menempa pusaka? Dalam catatan cerita, Tong Bajil memang tidak digambarkan aktif bekerja di tempat penempaan besi (besalen) seperti halnya Mpu Ranubhaya. Namun, ia memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu metalurgi magis atau ilmu kebatinan besi.

Pusaka utamanya, yaitu Tongkat Pencabut Roh, bukanlah tongkat kayu biasa. Senjata tersebut merupakan perpaduan antara logam pilihan dan ritual pengisian energi gaib yang ia racik sendiri melalui pertapaan kelam.

Baca Juga: Di Balik Pedang Naga Puspa: Mengenal Tiga Mpu Legendaris dalam Lore 'Tutur Tinular'

 Pengetahuannya yang sangat luas tentang pembuatan pusaka pulalah yang membuat Mpu Tong Bajil begitu terobsesi mengejar Mei Shin dan Lou Shi Shan untuk merebut Pedang Naga Puspa. Ia tahu betul rahasia kekuatan di balik pedang tersebut dan paham bagaimana cara memanfaatkannya untuk menguasai Nusantara.

 

3. Ironi Keahlian: Mpu yang Menggunakan Kejeniusannya untuk Kehancuran

 

Penyematan gelar Mpu pada sosok Tong Bajil justru menciptakan ironi moral yang sangat kuat dalam cerita penulisan S. Tidjab. Gelar yang seharusnya diasosiasikan dengan kearifan, pengayoman, dan penciptaan karya agung bagi masyarakat, justru berada di tangan seorang tokoh yang haus darah dan dipenuhi rasa benci.

Mpu Tong Bajil membuktikan seseorang bisa memiliki kecerdasan dan tingkat kesaktian setara Mpu, namun tanpa pembersihan jiwa (olahan batin yang benar), kegeniusan itu hanya akan berubah menjadi monster yang merusak.

Keahlian Tong Bajil dalam mengolah jurus Aji Segara Geni dan memimpin pasukan hitam membuat gelar Mpu yang melekat padanya bukan lagi memancarkan kewibawaan yang menentramkan, melainkan menjadi simbol teror yang menakutkan di rimba persilatan.

Pilihan S. Tidjab memberikan gelar Mpu pada tokoh antagonis utama seperti Tong Bajil sepetinya ingin memperlihatkan betapa matangnya penulisan karakter dalam Tutur Tinular. Beliau tidak membuat garis pembatas yang dangkal bahwa gelar kehormatan hanya milik orang-orang baik.

Melalui Mpu Tong Bajil, pembaca dan pendengar diajak untuk memahami bahwa kedudukan tinggi, kecerdasan luar biasa, dan pengakuan sebagai seorang Mpu bisa berbelok menjadi ancaman besar ketika seseorang membiarkan dendam dan ambisi jahat menguasai hatinya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Beragam Sumber
tutur tinular mpu tong bajil arti gelar mpu dalam tutur tinular rahasia pusaka tongkat pencabut roh