Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ada Warga Misterius Terdaftar Terima Bantuan

Administrator • Senin, 18 Februari 2019 | 18:44 WIB
MULAI DIBANGUN: Kepala Desa Selat Sabudi menunjukkan salah satu bangunan RISHA yang sudah mulai dibangun Jumat
MULAI DIBANGUN: Kepala Desa Selat Sabudi menunjukkan salah satu bangunan RISHA yang sudah mulai dibangun Jumat

GIRI MENANG-Pembangunan rumah korban gempa terus dikebut. Misalnya saja di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar). Saat ini, ratusan rumah sedang dalam proses pembangunan. Mulai dari Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA), Rumah Instan Konvensional (RIKO), hingga Rumah Instan Kayu (RIKA).


“Karena ada layanan satu pintu, saat ini semua masyarakat kami sudah menerima rekening dan semua sudah membentuk Pokmas,” terang Sabudi, Kepala Desa Selat yang baru saja dilantik, Jumat (15/2) lalu.


Pembangunan rumah korban gempa di Desa Selat kini dalam proses. Warga merasa terbantu dengan dilibatkannya pihak TNI. Ia mengaku semua masyarakat terlayani. Progres pembangunan rumah warga dikatakannya bervariasi. Ada yang panelnya sudah beridiri utuh hingga baru mulai pembangunan pondasi.


Data dari pemerintah desa, ada 431 rumah yang rusak berat. Sebanyak 575 dan rusak sedang, dan 383 unit rusak ringan. Sehingga total kerusakan rumah yang terdampak gempa sebanyak 1.389 rumah. Dari jumlah tersebut sebagian besar warga memilih RISHA. “Hanya empat Pokmas yang memilih RIKO,” ungkap Sekretaris Desa Selat Mardi Cahyadi.


Pilihan rumah tahan gempa diberikan masing-masing kepada Pokmas. Terlebih saat ini anggaran sudah diterima masing-masing Pokmas. Sehingga mereka yang menentukan kapan mulai membangun rumah miliknya dengan didampingi fasilitator. “Ada yang sudah mulai membangun, penjajakan dengan aplikator hingga tanda tangan kerja sama,” lanjut sekdes.


Yang jadi kendala saat ini adalah belum keluarnya SK susulan untuk sejumlah rumah yang telah diusulkan saat uji publik. Pada tahap pertama, ada 1.389 rumah semua kategori kerusakan yang diusulkan terdampak gempa. Namun saat uji publik ada tambahan sekitar 100 lebih yang ternyata mengalami kerusakan. “Sehingga jumlah yang kami usulkan kembali menjadi 1.438,” sebutnya.


Selain itu, ada juga warga yang ternyata tidak diketahui identitasnya sebagai warga Desa Selat tapi terdaftar mendapat bantuan. Diduga ada kekeliruan nama saat pengusulan data beberapa waktu lalu. “Ada dua orang yang ada namanya tapi bukan warga kami. Termasuk orang luar yang punya rumah kami coba selidiki juga tidak ada,” bebernya.


Sehingga ini yang akan diverifikasi atau divalidasi ulang. Agar warga yang belum menerima bantuan bisa segera membangun rumahnya kembali. “Termasuk yang hasil rumahnya dari SK saat ini rusak ringan tetapi kenyataannya rusak berat. Ini yang akan divalidasi lagi,” tandasnya. (ton/r10)

Editor : Administrator
#Giri Menang