GIRI MENANG-Pelayanan samsat kini semakin dekat. Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) atau Kantor Samsat Gerung kemarin (25/2) meluncurkan program Samsat Desa. Bekerja sama dengan satuan kepolisian, jasa raharja, serta pemerintah Desa Duman, pelayanan samsat kini bisa dilakukan di Kantor Desa Duman.
“Tujuan program ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Memangkas jarak perjalanan yang jauh tanpa harus ke kantor samsat induk saat membayar pajak,” kata Kepala UPTB-UPPD Gerung Saiful Amry Senin (25/2).
Selama ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan kantor pelayanan yang terlalu jauh. Ini membuat masyarakat merasa malas untuk membayar pajakkendaraan. Sehingga pendapatan daerah dari pajak kendaraan pun kurang maksimal.
Dengan adanya pelayanan samsat di Kantor Desa Duman ini, diharapkan masyarakat bisa lebih taat membayar pajak kendaraan. “Pelayanan samsat desa ini hanya melayani pajak tahunan. Sedangkan perpanjangan STNK lima tahunan atau balik nama tetap dilakukan di kantor samsat induk terdekat,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi potensi di Kecamatan Lingsar, tercatat ada 19.864 unit kendaraan. Sebanyak 6.399 unit di antaranya tercatat Tidak Melakukan Daftar Ulang (TMDU) atau belum melakukan pembayaran pajak. Sedangkan kendaraan yang akan daftar ulang bulanan sampai dengan 31 Desember mendatang tercatat ada 3.303 unit kendaraan.
Sementara untuk kendaraan yang jatuh tempo pada tahun 2020 tercatat ada 10.162 unit kendaraan. “Potensi pembayaran pajak di Desa Duman, Desa Sigerongan, Langko dan sekitarnya itu cukup besar. Ini yang ingin kami jemput,” cetusnya.
Kepala Desa Duman Suhardi menyambut gembira adanya pelayanan samsat di desanya. Baginya, kehadiran Semsat Desa memudahkan warga desa membayar pajak serta terbebas dari pungutan liar.
“Ini adalah program jemput bola.Dengan pelayanan yang nyaman dan fasilitas mendukung, kami harapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak,” ucapnya.
Duman dinilai sebagai daerah segitiga emas. Khususnya bagi warga yang ada di Desa Dasan Griya, Giri Madya, Langko, hingga Sigerongan. Sebagian besar warga selama ini kesulitan membayar pajak karena lokasi kantor samsat cukup jauh. (ton/r5)
Editor : Administrator