Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pandemi Korona, Pengungkapan Kasus Narkoba di Lombok Barat Meningkat

Administrator • Sabtu, 20 Juni 2020 | 19:44 WIB
GAGAL KABUR: Terduga pengedar sabu berinisial MA (duduk) tidak berkutik setelah diborgol tim opsnal Satresnarkoba Polres Lobar, Sabtu (30/1). (Polres Lobar for Lombok Post)
GAGAL KABUR: Terduga pengedar sabu berinisial MA (duduk) tidak berkutik setelah diborgol tim opsnal Satresnarkoba Polres Lobar, Sabtu (30/1). (Polres Lobar for Lombok Post)
GIRI MENANG-Kasus narkoba di wilayah hukum Polres Lombok Barat (Lobar) masih cukup tinggi. Wabah virus Korona tak membuat pengedar dan pecandu barang terlarang ini takut. Buktinya, selama pandemi Korona, kasus narkoba justru meningkat.

"Terhitung mulai April ada sembilan kasus dengan 11 pelaku yang kami ungkap," jelas Kasatres Narkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, Jumat(19/6).

Jika dibandingkan dengan sebelum wabah Korona, Faisal mengaku ada peningkatan pengungkapan kasus yang cukup signifikan. Bisa jadi, para pengguna dan pengedar menurutnya berpikir selama pandemi Korona penindakan terhadap kasus narkoba akan mengendor. Sehingga mereka berpikir akan leluasa dan bebas menggunakan dan mengedarkan narkoba.

"Tetapi justru kami di kepolisian dari jajaran Ditres Narkoba Polda NTB sampai Satres Narkoba di Polres Lobar tidak ada toleransi," jelas Faisal.

Mulai dari pengguna hingga pengedar diringkus. Yang terbaru salah satu oknum kepala dusun di Kecamatan Sekotong digerebek saat hendak transaksi narkoba. "Untuk barang bukti, hari ini (kemarin, Red) kami hanguskan. Ada 400 gram ganja dan 24 gram sabu. Ini BB sejak April," ungkap Kasatres Narkoba.

Ia membeberkan, pola penyalahgunaan narkoba selama pandemi Korona mengalami perubahan. Jika biasanya narkoba digunakan di tempat hiburan wilayah Batulayar, saat ini penyalahguna lebih banyak memanfaatkan kos atau perumahan yang sepi. Merujuk pada sejumlah pengungkapan kasus yang dilakukan.

"Makanya kami sangat harapkan peran serta masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui ada rumah atau kos yang mencurigakan dan berpotensi jadi tempat penyalahgunaan narkoba," pintanya.

Sejauh ini, sejumlah kasus narkoba yang diungkap hampir menyebar di semua kecamatan. Namun kasus tertinggi disebut Kasatres Narkoba terdapat di Sekotong, Batulayar, Labuapi. "Sekotong memang yang cukup banyak. Baru kawasan wisata Batulayar, Labuapi, dan semua kecamatan lain yang ada di Lobar," tandasnya. (ton/r3) Editor : Administrator
#Lombok Barat #Polres Lobar #Narkoba