HAMDANI WATHONI, Giri Menang
Senja mulai tiba. Matahari nyaris tenggelam di ufuk barat perairan Lembar. Di salah satu bibir pantai, puluhan anak-anak asik belajar. Mereka tengah belajar membaca Alquran. Tepatnya di sebuah pondok kayu yang dibuat seadanya.
Ya, inilah Taman Pendidikan Quran (TPQ) Tanjung Mengaji yang ada di Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar. TPQ ini sudah dibangun sejak tahun 2019 silam.
Usia TPQ ini sudah hampir setahun. Siswa yang belajar di sini jumlahnya puluhan. 30 lebih. Ini adalah TPQ yang cukup unik. Karena dibangun secara swadaya di atas teluk tepi pantai bermodalkan kayu bekas. Tapi bangunan kayu ini cukup kuat. Bisa menampung sampai 50 orang.
TPQ ini digagas oleh Ustad Sulaiman. Pria alumni pondok pesantren yang kesehariannya menjadi nelayan. "Saya bangun TPQ ini karena prihatin banyak anak-anak kami di Desa Labuan Tereng yang tidak bisa mengaji," ungkapnya kepada Lombok Post.
Pria yang semula menjadi guru di salah satu Ponpes Lombok Barat (Lobar) ini akhirnya memilih pulang kampung. Menetap di Desa Labuan Tereng. Tujuannya agar ia bisa mengajar anak-anak desa bisa belajar membaca Alquran.
Setiap sore, anak-anak desa di Labuan Tereng berduyun-duyun datang ke TPQ ini. Mereka datang dengan tujuan menimba ilmu untuk bekal kelak ketika dewasa dan di akhirat nanti. Meski belajar di tempat seadanya bacaan anak-anak yang ada di sini begitu fasih. Mulai dari bacaan iqra', Alquran, ayat pendek, hingga kitab mereka pelajari di sini.
"Saya sengaja pilih bangun TPQ di alam terbuka seperti ini agar pikiran anak-anak segar dan terbuka. Itu bisa meningkatkan IQ," ujar Ustad Sulaiman.
Pria 30 tahun yang masih bujang ini begitu tulus mengabdikan waktunya bagi anak-anak desa. Ia tak keberatan walaupun tak ada imbalan. Ustad Sulaiman merasa imbalan yang ia dapatkan adalah kebahagiaan ketika anak-anak desa yang ada di Labuan Tereng lancar membaca Alquran. "Karena ini modal bagi mereka menghadapi masa depan," ungkap pria ini ramah.
Untuk persoalan rezeki, Ustad Sulaiman percaya sudah diatur Allah SWT. Semua sudah disediakan di lautan dalam bentuk ikan. Ia hanya perlu menangkapnya sebagai seorang nelayan.
Rizky, salah satu siswa TPQ Tanjung Mengaji sangat senang belajar Alquran dari Ustad Sulaiman dan beberapa guru lain yang ada di TPQ ini. Ia dengan lancar membacakan salah satu surat dalam Alquran. "Tempatnya menyenangkan. Saya senang belajar di sini," tutur bocah polos tersebut.
Selama pandemi korona, para siswa yang ada di TPQ ini juga begitu patuh menerapkan protokoler Covid-19. Mereka memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Maklum, Ustad Sulaiman sudah menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk TPQ Tanjung Mengaji. "Saya pikir ini sangat baik melatih anak menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Karena dalam Islam, kebersihan itu bagian dari iman," ucapnya. (*/r3)
Editor : Administrator