Guna mendukung jalannya proses rencana ini, diharapkan sinergitas pemerintah tingkat desa, kecamatan dan kabupaten untuk segera mengajukan proposal.
Kepala Dinas PUPR Lobar Made Arthadana menyambut baik, bahkan siap menyediakan seabrek desain perencanaan yang memang sudah pernah dibuat sebelumnya.
"Saya berterima kasih sekali. Tentu aspirasi dari DPR RI ini bisa membantu daerah mengenai rencana pembangunan penataan kawasan Cemara pastinya," ujarnya.
Seperti diketahui, permintaan dari anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama mengharuskan agar pihak BPJN dan PUPR serta instansi vertikal lain yang ada di daerah, agar secepatnya menyiapkan pengajuan proposal. Kemudian mengambil langkah koordinasi dengan Bupati dan DPRD Lobar.
"Bagi Dinas, rencana pembangunan jembatan sangat terkini, bagi ruang percepatan realisasi terhadap penataan kawasan Cemara," ujar Made.
Diakui, perencanaan kawasan Cemara sebagai obyek wisata pendukung terdekat ibu Kota Gerung itu sudah memiliki masterplan. Beberapa titik pembangunan jalan dan juga penataannya sudah relatif selesai, karena bersinergi antara Pemda, Balai Jalan, BWS bahkan Pemprov NTB.
"Tapi konsep untuk perencanaannya masih harus mencari sumber sumber pembiayaan salah satunya dengan hadirnya tawaran aspirasi dari DPR RI seperti ini," terangnya.
Menurut hasil estimasi untuk penataan pembangunan kawasan Cemara ini, diperkirakan memakan anggaran Rp 22 miliar. Sedangkan total anggaran untuk jembatan diperkirakan Rp 14 miliar. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida