”Kejadiannya jam 14.30 Wita, saat sedang hujan deras, tiga korban mandi di bendungan. Tapi sampai hujan reda, korban tidak kembali ke rumah,” kata Komandan Kapal Polisi Ditpol Airud Polda NTB Bripka Nengah Sukardi.
Ia menjelaskan, peristiwa ini pertama kali diketahui dari ibu salah satu korban. Saat hujan reda, dia mencari anaknya ke bendungan yang sebelumnya mandi bersama teman-temannya.
Namun sesampainya di lokasi, dia terkejut saat melihat anaknya yang bernama Ita, 19 tahun sudah dalam kondisi mengambang. Perempuan ini pun berteriak memanggil bantuan warga sekitar.
”Setelah itu, ditemukan lagi korban kedua atas nama Siti usia 24 tahun. Berselang 30 menit setelahnya, ditemukan lagi korban ketiga atas nama Nurul usia 10 tahun,” jelasnya.
Sekitar pukul 15.20 Wita, ketiga korban langsung dilarikan ke Puskesmas Eyat Mayang, Sekotong untuk mendapatkan pertolongan. Namun dari hasil pemeriksaan, ketiga korban dinyatakan meninggal dunia. Ketiga jenazah korban pun langsung dibawa pulang ke rumah duka dan diterima pihak keluarga.
Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH memaparkan sudah mendapatkan atas laporan yang diterima dari Kapal Polisi Ditpol Airud Polda NTB. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, terutama anak-anak agar menghindari aktivitas di perairan. Terlebih, saat sedang musim hujan seperti saat ini yang kondisinya tidak diketahui bagaimana medan dan derasnya air.
Selain itu, ia juga meminta kepada keluarga terutama orang tua lebih mengawasi anak-anak atau pun saudaranya ketika tengah berada di sekitar perairan.
”Harus lebih berhati-hati dan waspada saat beraktifitas di perairan. Kalau bisa dihindari dulu,” terangnya. (nur/10)
Editor : Baiq Farida