"Kontak erat ada 776 tes yang dilakukan tracking," kata Plt Kadikes Lombok Barat Agus Gunawan di sela-sela kegiatannya, Kamis (10/2/2022).
Dikatakan, lonjakan kasus ini memang terus terjadi sejak memasuki bulan kedua tahun 2022 ini. Sehingga semua tim Lobar harus mulai melihat peningkatan kasus ini sebagai peringatan untuk semakin sigap.
"Rata-rata lonjakan kasus harian bisa mencapai lebih dari 50 kasus per hari dalam beberapa hari ini," terangnya.
Menyikapi ini, pihaknya langsung mengambil langkah cepat. Walaupun memang kini juga ada tenaga kesehatan yang melakukan isoman dan terpapar covid-19.
"Untuk saat ini, bagi masyarakat yang terpapar dan tidak bergejala langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri," terangnya.
Sementara itu, sebagai langkah untuk menekan lonjakan kasus positif ini terus digencarkan vaksinasi. Baik itu vaksinasi dosis pertama, vaksinasi dosis kedua, maupun vaksinasi booster. Pemberian vaksinasi menyasar masyarakat, pelajar, lansia, dan anak-anak.
"Kuncinya saat ini vaksinasi dan terus menerapkan protokol kesehatan (prokes)," tambahnya.
Sementara itu, Camat Narmada M Busyairi mengatakan hingga kini pihaknya belum mempersiapkan untuk isolasi terpusat. Walaupun memang dari Pemkab Lobar dan Dikes Lobar memusatkan isoter di Narmada dan Lingsar.
"Kami belum persiapkan lagi tempat isoter karena pengalaman yang lalu, warga yang positif tidak mau isoter di sana," terangnya.
Ia mengatakan selama ini warga yang harus isolasi memilih antara isolasi di rumah sakit bila kondisi memang sudah cukup berat. Namun, bagi pasien tanpa gejala lebih memilih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
"Tapi nanti kita juga melihat perkembangannya," kata dia. (nur/r3) Editor : Baiq Farida