"Kita di Lobar ini juga kan sebagai daerah penyangga pangan khususnya Kota Mataram, sehingga ketika kita (berupaya) lahan pangan berkelanjutan namun satu sisi pembangunan perumahan kian merajalela," ucapnya, Senin (19/12/2022).
Diakui, satu sisi pembangunan rumah juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, pendirian bangunan kebanyakan dilakukan di atas lahan-lahan produktif.
"Kita rasa perlu adanya kelayakan lahan secara teknis, artinya lahan-lahan yang direkomendasikan dinas adalah lahan yang kurang produktif. Sehingga ketahanan pangan daerah bisa terjamin keberlanjutannya," tambah politisi Golkar ini.
Ia pun berharap, agar para pengembang perumahan memperhatikan dampak negatif dari alih fungsi lahan pertanian yang subur menjadi permukiman.
"Kalau mau membuat rumah harus memperhatikan itu. Karena penduduk kita ini semakin hari semakin bertambah, maka kebutuhan pangan akan semakin banyak. Mohon hal ini menjadi perhatian bagi para pengusaha developer," pungkas Jumahir. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida