Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jembatan Gantung Akhirnya Mulai Dibangun di Dusun Cemara

Galih Mps • Senin, 13 Februari 2023 | 20:00 WIB
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jembatan kayu penghubung antara Dusun Puyahan dan Dusun Cemara di Desa Lembar Selatan. (IST/LOMBOK POST)
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jembatan kayu penghubung antara Dusun Puyahan dan Dusun Cemara di Desa Lembar Selatan. (IST/LOMBOK POST)

GIRI MENANG-Yang diharap-harapkan warga Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, khususnya warga yang tinggal di Dusun Puyahan dan Dusun Cemara segera terwujud. Yaitu hadirnya jembatan gantung di dusun tersebut.


Pembangunan jembatan gantung memang sudah lama ditunggu-tunggu. Pasalnya, jembatan penghubung antara Dusun Puyahan dan Dusun Cemara yang ada di Desa Lembar Selatan itu, saat ini berupa jembatan kayu. Ironisnya lagi, kayu-kayunya sudah banyak yang keropos dan dianggap membahayakan.


Nah, pekerjaan pembangunan jembatan gantung sudah dimulai. Informasi yang diperoleh, jembatan dengan bentangan sekitar 120 meter dari Dusun Cemara dan Dusun Puyahan itu menelan anggaran Rp 15,7 miliar, dan diperkirakan selesai dalam jangka waktu 10 bulan.


"Tidak saja bagi warga Dusun Cemara dan Puyahan yang merasakan manfaat jembatan gantung ini, namun juga bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah," kata anggota DPRD Lobar Abubakar Abdullah.


Karena itu, tegas Abubakar, dirinya siap pasang badan untuk mendukung pembangunan jembatan gantung. Apalagi warga sudah lama menunggu adanya jembatan yang lebih memadai. "Sehingga kami melihat, untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar," ujar politisi PKS itu.


Kondisi jembatan kayu yang ada saat ini jauh dari kata layak. Kayunya sudah banyak keropos dan membahayakan warga yang lalu lalang. "Sudah lama muncul aspirasi agar segera ada perbaikan," imbuhnya.


Abubakar menambahkan, kehadiran jembatan gantung di Dusun Cemara sangat potensial menjadi daya dukung pariwisata. "Tidak saja akan menjadi jalur utama aktivitas warga, tetapi akan menjadi ikon pariwisata Lombok Barat," kata Abubakar.


Abubakar berharap, proses pembangunan jembatan gantung berjalan lancar. Jikapun ada kendala-kendala, dia meminta pemerintah daerah untuk turun tangan memberikan solusi.


"Kalau pembangunan jembatan terkendala maka tentu merugikan daerah dan masyarakat secara umum.  Ini proyek yang didanai pusat, bukan dari APBD. Ketika terkendala, maka akan menjadi catatan buruk bagi pemda," tutup Abubakar. (bib/r3)

Editor : Galih Mps
#Lobar