Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rumah Singgah Warga Lobar yang Berobat ke Bali Butuh Tambahan Anggaran

Galih Mps • Senin, 3 Juli 2023 | 19:15 WIB
BUTUH TAMBAHAN BIAYA: Rumah singgah untuk masyarakat Lobar yang menjalani perawatan di Bali. DPRD Lobar meminta agar anggaran ditambah. (IRWAN for LOMBOK POST)
BUTUH TAMBAHAN BIAYA: Rumah singgah untuk masyarakat Lobar yang menjalani perawatan di Bali. DPRD Lobar meminta agar anggaran ditambah. (IRWAN for LOMBOK POST)

GIRI MENANG-Warga Lombok Barat (Lobar) yang berobat ke Bali sudah memiliki tempat persinggahan sementara selama menjalani perawatan. Yaitu rumah singgah yang disewa Pemkab Lobar sejak tahub 2021 silam.


Tetapi dari hasil evaluasi Komisi IV DPRD Lobar, rumah singgah itu membutuhkan tambahan anggaran. Ketua Komisi IV Lalu Irwan mengatakan, setiap tahun pemerintah hanya menganggarkan Rp 100 juta. Itu hanya cukup untuk biaya sewa saja. "Sementara kebutuhannya lebih dari itu," jelasnya.


Misalnya, belum ada anggaran untuk perawatan. Belum lagi biaya makanan tambahan yang dibutuhkan pasien. "Di sana butuh biaya listrik, air bersih, dan lain sebagainya. Makanya kami berharap di APBD perubahan tahun ini ada penambahan anggaran, minimal Rp 50 juta atau Rp 100 juta," kata Irwan.


Jika ada penambahan anggaran, Irwan yakin, kebutuhan warga Lobar yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Bali akan tercukupi. Apalagi, biaya operasional tidak sedikit. "Butuh anggaran lebih. Harapan kami, pemerintah mensuport anggaran lebih besar," tambah politisi Partai Gerindra itu.


Kadang, kebutuhan biaya operasional dibantu oleh para relawan. Irwan mengakui, mereka sudah banyak berbuat untuk pasien dari Lobar. "Tahun ini anggaran diperbesar sehingga tidak menjadi beban pegiat sosial yang mengurus rumah singgah," tegasnya lagi.


Irwan mengaku, setiap bulan rata-rata 15-20 orang menempati rumah singgah. Mereka mendatangi tempat tersebut tidak sekali dua kali, tapi sampai beberapa kali. "Kemo misalnya, harus periksa beberapa kali sehingga kadang menginap cukup lama," kata Irwan.


Karena itu, butuh pelayanan maksimal bagi mereka. Akan tetapi tidak mungkin bisa memberikan pelayanan yang baik jika tidak didukung kebutuhan anggaran memadai. "Sehingga kita dorong pemerintah daerah agar anggarannya ditambah," tutup Irwan.


Sekda Lobar H. Ilham mengatakan, pemerintah akan melihat kebutuhan anggaran. jika diperlukan, tidak menutup kemungkinan ada penambahan anggaran untuk rumah singgah. "Insyallah (ditambah) nanti kita bicarakan," katanya singkat. (bib/r3)

Editor : Galih Mps
#Lobar