Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 18.00 Wita. Proses pemadaman melibatkan enam unit mobil pemadam kebakaran dari Lobar dan Kota Mataram.
“Penyebab kebakaran masih kami dalami,” kata Kapolsek Labuapi Iptu Baejuli.
Camat Labuapi Lalu Rifhandani menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk mengetahui peyebab kebakaran. Pemerintah kecamatan bersama-sama pihak terkait juga masih menghitung kerugian materi yang ditimbulkan. “Kami belum mendapatkan informasi dari mana sumber api, karena beberapa masyarakat yang kita tanya mengaku melihat api sudah membesar. Jadi, kita belum tahu apa penyebabnya dan dari mana sumber apinya,” kata dia.
Pengelola Pasar Karang Bongkot Saikhu menyebutkan, ada sekitar 80 pedagang yang berjualan di pasar itu. Dia memperkirakan, kerugian materi akibat musibah itu mencapai miliaran rupiah.
Dia menceritakan, api sudah membesar ketika petugas belum datang. Beberapa pedagang dan warga berusaha memadamkan api. Tetapi upaya mereka tidak membuahkan hasil karena api tidak bisa dihentikan. “Ada beberapa barang dagangan yang berhasil dikeluarkan, tetapi lebih banyak yang tidak bisa diselamatkan,” katanya.
Marhan, salah satu pedagang mengatakan, dirinya hanya bisa pasrah dengan kejadian tersebut. Dia sudah berusaha menyelamatkan dagangannya, tetapi karena api menjalar begitu cepat, seluruh dagangannya, berupa pakaian, ludes terbakar. “Saya rugi sekitar Rp 80 juta, mungkin saja lebih,” prediksinya.
Perkiraan kerugian tersebut didasarkan pada modal yang dikeluarkan. Beberapa waktu lalu, dia membeli beberapa jenis pakaian di Sweta. “Baru kemarin saya beli, masih banyak yang belum laku,” tutur Marhan. (bib/r1) Editor : Administrator