HABIBUL ADNAN, GIRI MENANG
Anwar Efendi ingat betul kunjungan Wakil Presiden keempat RI Umar Wirahadikusumah 39 tahun silam. Kebetulan, waktu itu Anwar menjadi salah satu peserta kemah di area Gunung Sasak. "Saya masih kelas 3 atau 4 SD," ceritanya.
Dia ingat ketika helikopter sang Wapres mendarat di lapangan Desa Kuripan. Agenda kunjungan wapres salah satunya meresmikan monumen di Gunung Sasak. "Semua peserta kemah ikut naik ke Gunung Sasak untuk melihat Bapak Wakil Presiden," ujar Anwar.
Monumen di tempat itu kemudian menjadi ikon Kabupaten Lombok Barat. Dalam perkembangannya, pemerintah mengembangkan lokasi itu menjadi kawasan wisata. Sejumlah fasilitas dilengkapi untuk menunjang pembangunan pariwisata desa.
Tempat itu menjadi wisata favorit masyarakat. Pengunjung tidak hanya dari Lobar, tetapi daerah lain. Bahkan, tidak jarang dari luar NTB. "Sudah tidak terurus sejak gempa tahun 2018 lalu," kata Lalu Thamrin, salah satu warga Kuripan.
Thamrin mengaku, ketika wisata itu masih aktif, pengunjung sangat banyak. Dampaknya bagi masyarakat sekitar sangat dirasakan. "Dulu banyak yang jualan, pokoknya sangat ramai," kata pensiunan ASN Provinsi NTB itu.
Sejak gempa lalu, banyak fasilitas wisata Gunung Sasak rusak. Ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 yang menjadikan kawasan tersebut semakin terpuruk. "Sebenarnya sangat disayangkan. Seharusnya ada perhatian, jangan dibiarkan begitu saja," harap Thamrin.
Dia meyakini, kawasan tersebut bisa menjadi andalan wisata Lobar. Sebab, Gunung Sasak yang sudah dikenal masyarakat, tidak akan terlalu sulit untuk mempromosikan wisatanya kepada khalayak ramai. "Tinggal dikelola dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Kepala Desa Kuripan Hasbi mengaku, saat ini pemerintah desa mendapat jatah pengelolaan taman wisata Gunung Sasak. Dengan hak pengelolaan tersebut, diyakini akan menambah pundi-pundi pendapatan.
Dia mengatakan, luas lahan yang diserahkan pengelolaannya itu sekitar 11 haktare. Penyerahannya langsung oleh pihak kehutanan selaku pemilik aset dilakukan pada Desember tahun 2022 lalu. Ada beberapa konsep pengelolaan yang sudah direncanakan oleh desa. "Yang pasti, kawasan wisata akan kita perhatikan," jelasnya. (*/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post