LombokPost-Fikri Maulana Jayadi yang tenggelam di Air Terjun Tibu Sendalem ditemukan Rabu (27/12).
Pemuda 19 tahun asal Karang Baru, Mataram, tersebut ditemukan tim gabungan Basarnas Mataram, Polsek Narmada, dan Koramil 1606-08/Narmada dalam kondisi tak bernyawa.
“Jenazah korban sudah evakuasi sekitar pukul 09.35 Wita,” kata Kapolsek Narmada Kompol Kadek Metria.
Korban tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di kawasan air terjun yang berlokasi di hutan Sesaot, Narmada, Selasa (26/12).
Korban berhasil ditemukan oleh dua orang penyelam dari Basarnas Mataram setelah melakukan pencarian sejak hari pertama korban dilaporkan hilang.
Fikri diketahui berangkat dari Mataram pukul 11.00 Wita Selasa. Kemudian ia mandi di air terjun sekitar pukul 13.10 Wita.
“Saat itulah korban tenggelam. Temannya berupaya menyelamatkan tetapi korban sudah terlanjur tenggelam,” beber Kadek Metria.
Beberapa saat setelah kejadian, tim pencarian dari Basarnas Mataram bersama TNI-Polri melakukan pencarian.
Hingga pukul 21.00 Wita, pencarian tidak membuahkan hasil.
Pencarian dilanjutkan Rabu (27/12) sejak pukul 06.00 Wita dibantu masyarakat sekitar.
Sekitar pukul 09.35 Wita akhirnya korban ditemukan.
Tim melakukan evakuasi dengan menggotong jenazah korban ke wilayah Tembiras, masih di kawasan hutan Sesaot, yang berjarak 4 kilometer dari air Terjun Tibu Sendalem.
“Di situ dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas Suranadi yang juga ikut serta dalam tim gabungan tersebut,” kata Kadek Metria.
Keluarga korban menerima dengan ikhlas bahwa ini sebuah musibah. Sehingga keluarga menolak dilakukan otopsi.
Mewakili keluarga korban, Lurah Karang Baru Masrun mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi tim gabungan dalam melakukan pencarian korban.
Sementara Danramil 1606-08/Narmada Kapten Inf. Jendra Jolly Tampemawa mengingatkan warga untuk lebih waspada mengunjungi tempat wisata berupa air terjun atau danau dalam kondisi saat ini.
Curah hujan yang tinggi dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadi perubahan debit air sungai secara mendadak sehingga bisa membahayakan. (ton/r1)
Editor : Marthadi