Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Forum Pemuda Lembar: Masyarakat Perlu Dilibatkan Menyambut Wisatawan Kapal Pesiar di Gilimas

Galih Mega Putra S • Minggu, 4 Februari 2024 | 13:15 WIB
Kapal Pesiar(Cruise) MV Aida Bella sandar untuk untuk pertama kalinya di Pelabuhan Gili Mas Lombok membawa wisatawan asing, Kamis (1/2) lalu.(IST/LOMBOK POST)
Kapal Pesiar(Cruise) MV Aida Bella sandar untuk untuk pertama kalinya di Pelabuhan Gili Mas Lombok membawa wisatawan asing, Kamis (1/2) lalu.(IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Kedatangan wisatawan asing menggunakan kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Gili Mas, Lembar membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam penyambutannya.

Hal tersebut disuarakan oleh Forum Komunikasi Pemuda Lembar yang kemudian direspons oleh Ketua Komisi II DPRD Lombok Barat (Lobar) Abubakar Abdullah. 

“Insyaa Allah saya berkomitmen untuk memfasilitasi masyarakat kita agar punya ruang untuk menyambut dan memiliki bagian dalam perhelatan beberapa atraksi kesenian budaya daerah,” kata Abubakar Abdullah. 

Pria yang akrab disapa Abu ini mengatakan, datangnya kapal pesiar di Gili Mas tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang tapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Utamanya masyarakat yang dekat dengan pelabuhan Gilimas, yakni masyarakat Lembar. Sayangnya, ia mengakui bahwa Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar sebagai fasilitator dalam hal ini memiliki keterbatasan anggaran. 

“Mereka mengajak saya dengan harapan aspirasi masyarakat bisa disalurkan melalui aspirasi yang saya punya,” bebernya. 

Selama ini, Dispar dianggap kurang melibatkan potensi kearifan lokal yang ada di Lembar.

Dalam artian, potensi sanggar seni budaya yang ada di daerah tersebut tidak diajak untuk berpartisipasi atau terlibat dalam menyambut kedatangan tamu wisata yang ada di Gilimas.

Dia menyarankan pemerintah memang harus menjalankan fungsi fasilitasi dengan cara memberdayakan masyarakat setempat yang memilki kearifan lokal dari seni budaya yang bisa diatraksikan untuk menyambut wisatawan asing di Gilimas. 

Intinya adalah kemampuan Dispar dalam sisi penganggaran untuk fasilitas tersebut.

Abubakar sebagai ketua Komisi II menyatakan kesiapannya untuk mengalokasikan sebagian dana pokok pikiran (pokir) untuk mengawal dan memeberdayakan beberapa potensi kearifan lokal yang ada di Lembar. 

“Saya berkomitmen untuk membantu dari aspirasi itu,” ucapnya. 

Ia meminta Kepala Dispar Lobar, untuk segera mengambil langkah cepat dengan kebijakan pergeseran anggaran dan sebagainya.

Kemudian bermitra dengan para travel agent, pelaku usaha yang ada di Gili Mas untuk segera melakukan langkah cepat dan tepat.

Karena secara teknis birokrasi sudah menjadi kewenangan Dispar untuk mengatur keuangan yang dibutuhkan. 

“Yang jelas ini gawe kita di Lobar, kita tidak boleh hanya  menjadi penonton,” tegasnya. 

Ia mengaku, anggaran yang akan dialokasikan akan diambil dari anggaran yang biasanya untuk melakukan kegiatan di Gili Gede, Sekotong untuk membantu para pelaku usaha dan pegiat seni dan pariwisata.

Tentunya hal ini sesuai dengan pengajuan dari dinas pariwisata. 

“Yang biasanya kegiatan saya lakukan di Gili Gede, Sekotong akan digeser ke wilayah Lembar. Secara angka nominal nanti dinas siap untuk membagi, saya hanya meminta rakyat kita disini senang, di Lembar juga senang,” imbuhnya. (chi/r3)

 

Editor : Kimda Farida
#pesiar #Lobar #kapal