LombokPost-Kondisi Taman Kota Giri Menang, Gerung saat ini mengalami banyak kerusakan dan seperti tidak terurus.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lombok Barat (Lobar) mengatakan, hal tersebut lantaran tidak adanya pemeliharaan khusus yang dilakukan.
“Hanya pembersihan biasa. Tidak ada penataan atau pembangunan,” kata Kepala Disperkim Lobar Baharudin Basya saat ditemui Lombok Post.
Ia mengatakan, tidak ada akokasi anggaran yang dianggarkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk tahun ini.
Dengan dalih anggaran diserap untuk kontestasi politik tahun ini.
“Itu yang menjadi kendala kita,” keluhnya.
Padahal Disperkim telah mengupayakan untuk mengajukan semua kebutuhan perawatan dan penataan dalam dokumen TAPD.
Untuk kebutuhan seluruh taman, seperti pengangkutan sampah, potong rumput, pemeliharaan alat kebersihan diperlukan anggaran sekitar kurang lebih Rp 250 juta.
Namun pihak Perkim mengaku tidak bisa mendapatkan jumlah yang diusulkan.
“Tapi tidak bisa, tidak ada sama sekali. Zonk itu. Jadi ya kita maksimalkan anggaran yang diberikan oleh pemda saja,” tegasnya.
Saat ini, anggaran hanya cukup untuk ongkos membeli bensin petugas kebersihan dan perawatan alat potong rumput.
Ia enggan untuk menyebutkan anggaran tersebut.
“Berapa, malu saya sebut. Itu dicukup-cukupin,” ucapnya.
Ia mengakui, kondisi taman kota saat ini yang cukup memprihatinkan.
Padahal banyak penjual kaki lima yang mencari nafkah di taman itu.
Namun di sisi lain, sejak menjabat dirinya telah memasang lampu penerangan di sekitar taman.
Walaupun, lampu taman yang ada di dalam sudah tidak bisa difungsikan lagi.
“Kalau itu (yang di dalam) sudah tidak terpakai. Lampu jalan yang di luar itu sudah kita pasangkan, kan dulunya tidak ada,” terangnya.
Ia pernah berinisiatif untuk merubah taman kota menjadi multifungsi.
Dalam artian, taman kota bisa dilakukan sebagai tempat olahraga, kesenian, sosial, atau seremonial.
Itu juga sangat berpotensi menjadi sumber PAD.
“Kalo acara wedding kan bisa kita sewakan, tarik PAD dari situ,” jelasnya.
Selain itu, Disperkim juga saat ini menjadikan bundaran Giri Menang Square (GMS) sebagai prioritas.
Karena menjadi jantung dan wajah Lobar yang tiap harinya ribuan orang berlalu lalang disana.
“GMS sudah kita coba terangi lampunya,” kata pria asal Sandik ini.
Ia mengharapkan, pemda juga memberikan dukungan anggaran yang lebih mencukupi untuk pemeliharaan GMS.
Agar dapat menyentuh hal-hal yang subtantif, seperti memaksimalkan bunga-bunga di sekeliling bundaran. (chi/r3)
Editor : Kimda Farida