Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Terong Tawah Tak Kunjung Diperbaiki, Winengan : Banyak yang Tinggal Disana dari Luar Lobar

Sanchia Vaneka • Rabu, 24 April 2024 | 14:45 WIB
BERKUBANG : Jalan rusak yang ada di Terong Tawah, Labuapi dikeluhkan warga.
BERKUBANG : Jalan rusak yang ada di Terong Tawah, Labuapi dikeluhkan warga.

LombokPost-Kondisi jalan rusak yang ada di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi terus menjadi keluhan dan atensi warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Lalu Winengan juga mengaku sudah beberapa kali menerima laporan terkait keluhan tersebut.

Namun yang mengganjal bagi Winengan adalah warga yang bertempat tinggal di wilayah tersebut adalah warga luar Lobar. 

”Kan disana mereka banyak yang dari luar Lobar, tinggal di perumahan,” ujarnya.

Winengan mengakui Labuapi menjadi wilayah memiliki banyak perumahan.

Disamping itu, dia juga mempertanyakan kenapa hingga saat ini sebagian besar penghuni perumahan yang tinggal di Terong Tawah, KTP-nya masih beralamatkan wilayah di luar Lombok Barat.

”Makanya saya bilang, serahkan dulu fasumnya, masyarakatnya lapor ke kita. Tapi jangan sampai ini yang ngelapor masih ber-KTP Mataram, jadi kan orang gak percaya,” ketusnya.

Pihaknya cukup heran, kenapa masyarakat perumahan tersebut begitu berat untuk pindah dan mengganti alamat domisili yang ada di KTP mereka.

”Apa sih dosanya dia mau pindah? Harapan kami, warga perumahan di Terong Tawah tidak hanya numpang. Jangan sampai nuntut, tapi numpang,” tegasnya. 

Hal itu disebutnya berpengaruh terhadap proses pemilihan kepala daerah ke depan.

”Mereka gak memilih pemimpin dan wakilnya di Lobar, lalu mau serahkan dirinya ke mana,” tanya dia.

Jalan penghubung antara Terong Tawah dan Karang Genteng kondisinya kian memprihatinkan.

Lantaran rusak parah, hingga berubah menjadi kubangan setelah hujan.

Lalu Winengan menyebut timnya sudah beberapa kali turun melakukan pengecekan.

Dan panjang ruas jalan yang rusak itu tercatat kurang lebih sekitar 800 meter.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan perbaikan itu bisa dilakukan tahun ini. Walaupun penanganan jalan itu diakuinya masuk dalam prioritas, namun saat ini masih terkendala anggaran.

”Kalau untuk penanganan jalan Terong Tawah belum ada tahun ini. Tapi kalau jalan ini bisa ditangani dengan anggaran DAK, InsyaAllah saya prioritaskan. Akan saya usulkan,” jelasnya. 

Tak bisa dipungkiri, warga Terong Tawah asli juga turut merasakan dampak dari jalan rusak tersebut.

Namun, sejauh ini, diakuinya belum ada masyarakat yang datang melapor langsung ke pihaknya. 

”Kalau dibilang sering dibahas di Musrembang, itu mungkin hanya dibahas di desa atau kecamatan. Mana pernah ada yang nyampai sini,” terangnya. 

Lebih lanjut, Winengan mengatakan pemkab tidak lepas tangan. pihaknya akan berupaya untuk menjadikan perbaikan jalan di Terong Tawah itu sebagai prioritas.

Karena kondisi jalan tersebut juga telah menghambat masyarakat yang sehari-hari harus berangkat beraktifitas melalui jalan itu. 

”Perencanaannya sudah ada, tinggal kita carikan anggarannya,” tandasnya.

Terpisah, Camat Labuapi Lalu Rifhandani menjelaskan bahwa kondisi jalan itu telah lama menjadi atensi pihak desa dan kecamatan.

Salah satunya yang berada di depan perumahan Grand Muslim. Ruas jalan ini sudah dua tahun terakhir ini mengalami kerusakan parah. Hal ini juga selalu dibahas dalam Musrembang.

”Bukan hanya dibahas, tapi selalu menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dani ini menyebut, pembahasan dalam Musrembang adalah langkah awal yang sesuai untuk tahap melakukan laporan. Sebelum kemudian mengajukan ke Dinas PUTR. ”Tapi kita mengikuti alur pengusulan dan perencanaan yang jelas,” tandasnya. (chi/r12) 

Editor : Kimda Farida
#ktp #Jalan #Lobar