Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bendungan Meninting Ditarget Rampung Agustus 2024

Sanchia Vaneka • Jumat, 3 Mei 2024 | 17:05 WIB
PENGGALIAN: Proses pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Gunung Sari beberapa waktu lalu.
PENGGALIAN: Proses pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Gunung Sari beberapa waktu lalu.

LombokPost-Pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) sudah mencapai 81 persen.

Pembangunan mega proyek yang berjalan sejak 2020 lalu menelan yang anggaran triliunan rupiah, ditarget rampung Agustus.

”Sekarang progresnya sudah 81 persen, tinggal kita bikin bendungan utama. Mudah-mudahan dua sampai tiga bulan ini selesai dan kita isi air,” terang juru bicara kementerian PUPR RI Endra S Atmawidjaja, saat mendampingi Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR dalam peresmian Inpres Jalan Daerah (IJD) di Lembar, (2/5).

Endra menjelaskan bendungan ini memiliki kapasitas daya tampung sebesar 12 juta meter kubik.

Bendungan ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan irigasi masyarakat NTB khususnya Lobar.

Tidak hanya itu, bendungan juga ditujukan untuk mereduksi banjir di sekitar kawasan Lobar dan Mataram serta untuk pariwisata.

Endra berharap saat awal musim hujan nanti, bendungan tersebut sudah bisa terisi. Sehingga Oktober mendatang bisa diresmikan.

”Air yang bisa ditampung di Bendungan Meninting 12 juta meter kubik,” cetusnya.

Menyinggung permasalahan tanah atau pembebasan lahan yang ada di sekitar kawasan bendungan, Endra menyebut itu sudah terselesaikan.

Dirinya berharap, jika memang masih ada yang bermasalah dapat diselesaikan dengan baik.

Kalaupun masih ada masalah terkait lahan di lingkar bendungan Meninting harus bisa diselesaikan dengan mekanisme yang semestinya.

”Mudah-mudahan tidak ada masalah tanah lagi. Dan masyarakat di Bukit Tinggi juga sangat kooperatif. Bisa disampaikan keberatannya lewat pengadilan,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu juga sempat terjadi longsor di sekitaran pengerjaan proyek bendungan.

Hal itu dianggap sebagai hal yang lumrah terjadi. Karena diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi di kawasan tersebut.

”Jadi kalau longsor karena memang curah hujannya tinggi, pemadatannya belum selesai. Jadi longsor-longsor itu biasa kalau kita bangun bendungan seperti itu,” jelas pria berkumis ini.

Lebih lanjut, Endra mengatakan saat ini bagian bendungan utama di kawasan Bendungan Meninting sedang ditinggikan kurang lebih 30 meter.

Nantinya sebelum dioperasikan juga akan dinilai lagi oleh komisi keamanan bendungan.

Dirinya memastikan bahwa dalam perencanaan proyek pembangunan bendungan, itu harus memiliki komisi keamanan bendungan.

Terdiri dari ahli yang mampu menilai apakah desain proyek tersebut sudah aman dan memenuhi kriteria teknis atau belum.

”Terutama kalau kita membangun bendungan itu kan harus betul-betul aman. Sehingga tidak terjadi longsor atau bencana yang lain,” tandasnya. (chi/r12) 

Editor : Kimda Farida
#Lobar #Bendungan #Meninting