LombokPost-Perbaikan jalan Terong Tawah, Kecamatan Labuapi menjadi prioritas pembangunan pada 2025 mendatang.
Namun, sebelum dilakukan perbaikan, Dinas PUTR Lobar menekankan agar warga tidak menghalangi bahu jalan untuk kepentingan pribadi.
”Ini yang saya tuntut sama orang Terong Tawah. Jangan sampai area gorong-gorong pinggir jalan dibuat jadi tempat jualan,” ujar Kepala Dinas PUTR Lobar Lalu Winengan
Terlebih lagi saat ini hujan masih sering terjadi. Saluran drainase dikhawatirkan dapat tersumbat sehingga air meluber ke jalan dan menyebabkan genangan air.
Selain itu, warga yang memiliki rumah tepat di pinggir jalan diminta agar tidak memajukan area rumahnya ke bahu jalan. ”Kita kan tidak mungkin usir orang karena mereka disitu,” cetusnya.
Menurut Winengan, ketika pembangunan dan perbaikan jalan tersebut akan dilakukan namun ada warga yang meminta untuk ganti rugi, pihaknya tidak akan melakukannya.
Karena pinggir jalan yang seharusnya menjadi bahu jalan dan area drainase masuk dalam luas jalan.
”Kalau ada yang minta negosiasi minta pembebasan lahan atau ganti rugi, saya tidak akan mau. Kalau gorong-gorong Terong Tawah ganti rugi saya batalkan pembangunannya,” terangnya.
Mantan Kepala Dinas Pertanian Lobar ini menyebut setelah melakukan cek lapangan luasan jalan yang akan dibangun tujuh sampai delapan meter.
Dengan luas aspal 5-6 meter, dan kiri kanan aspal masing-masing satu meter.
Untuk jalan yang rusak hanya sekitar 800 meter. Namun dinas PUTR akan mengupayakan perbaikan dilakukan sekitar dua kilometer. Perbaikan ini membutuhkan anggaran Rp 2-4 miliar.
“Tapi catatannya ini harus ada kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah. Jangan sampai pemerintah saja yang dituntut sementara dia sendiri yang melakukan kesalahan,” tegasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida