Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kondisi Kian Memprihatinkan, Pelabuhan Senggigi Butuh Perhatian

Sanchia Vaneka • Selasa, 13 Agustus 2024 | 21:05 WIB
SEPI: Pelabuhan Senggigi tampak sepi dari penumpang, beberapa waktu lalu.(IST/LOMBOK POST)
SEPI: Pelabuhan Senggigi tampak sepi dari penumpang, beberapa waktu lalu.(IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Kondisi dermaga Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat (Lobar) saat ini memprihatinkan.

Fasilitas dermaga sudah tidak sesuai dengan standar operasional. Ditambah lagi dengan tingginya biaya tambat kapal menjadi keluhan utama dari operator kapal ferry.

”Kalau tidak diperhatikan pemda, kami khawatir bisa menyebabkan efek domino. Mulai dari pihak operator yang terpaksa menghentikan penyeberangan, hingga berdampak pada matinya usaha di sekitar dermaga,” kata salah satu pelaku usaha penyeberangan Abdi, beberapa waktu lalu. 

Selain itu, saat ini tidak ada marka khusus yang menunjukkan keberadaan dermaga semakin memperburuk situasi.

Kondisi tersebut akan membuat wisatawan tidak tertarik berkunjung. Kemudian berdampak kepada pendapatan bagi pelaku usaha lokal. Kondisi ini telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar melalui surat. Namun sampai saat ini belum ada tindakan serius. 

”Fasilitas yang semakin buruk membahayakan kapal dan penumpang,” keluhnya. 

Ada dua faktor utama yang membuat operator penyeberangan terancam berhenti beroperasi, yaitu biaya pelabuhan yang lebih tinggi dari target perusahaan dan fasilitas yang semakin buruk.

Ini akan membahayakan kapal dan penumpang. Kondisi ini memaksa pelaku usaha untuk berjuang lebih keras demi mempertahankan operasionalnya. 

”Saya berharap pemda menanggapi keluhan dengan serius. Jika tetap tidak diindahkan bakal mengancam laju perekonomian daerah Senggigi,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Abdi mengatakan saat ini hanya tersisa satu kapal cepat yang beroperasi di Dermaga Senggigi, yakni milik PT. Bali Eka Jaya. Kapal yang diluncurkan 20 Juli lalu ini dibuat dengan teknologi Waterjet System.

Itu yang memungkinkan kapal untuk bertahan meskipun kondisi dermaga tidak optimal.

Terpisah, Kepala Dishub Lobar M Najib mengakui kondisi dermaga pelabuhan Senggigi yang memprihatinkan. Hal tersebut karena kurangnya sarana dan prasarana di Dermaga Senggigi.

”Memang dermaga Senggigi kita perlu pembenahan. Sambil jalan kita akan memperbaiki,” kata Najib. 

Menurut Najib, SOP pelayaran di dermaga Senggigi masih ada yang belum dipenuhi.  Meski begitu, pihaknya akan berusaha maksimal untuk memenuhi standar yang dibutuhkan.

”Insyaallah kita akan siapkan semua. Semoga depannya kita sudah bisa penuhi,” tandasnya. (chi/r12) 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Senggigi #Lobar