LombokPost--Baliho milik bakal pasangan bacakada Nurhidayah-Imam Kafali
ditemukan banyak dirusak oknum tidak bertanggungjawab.
Hal ini disayangkan Nurhidayah sebagai bacakada.
”Banyak sekali baliho kita yang dirusak itu, apalagi di wilayah tengah dan selatan,” ujarnya.
Nurhidayah mengaku pengerusakan baliho juga disebut pernah terjadi di wilayah Gunungsari.
Namun, tim pemenangannya berhasil mengetahui oknum yang melakukan hal tersebut.
Kemudian diminta untuk bertanggungjawab, mengganti dan memasang kembali.
Pihaknya merasa dirugikan akibat pengerusakan tersebut.
Baca Juga: Pj Gubernur NTB Dinobatkan sebagai Tokoh Indonesia 2024, Berkomitmen Wujudkan Kesehatan Masyarakat
Terlebih, di masa-masa ini, para bakal calon banyak memasang APK untuk menyosialisasikan diri agar lebih dikenal masyarakat luas.
”Dengan APK itu kita berharap masyarakat melihat dan tahu, kalau kami juga calon Bupati. Kalau dirusak, kan masyarakat jadi tidak tahu kalau ada pasangan jalan baru,” katanya.
Politisi asal Gunungsari ini tidak mengetahui alasan baliho miliknya dirusak.
Padahal, posisi balihonya juga terpasang berdekatan dengan baliho paslon lainnya.
Namun, yang dirusak hanya APK miliknya saja.
”Posisinya berderet dengan calon lain, tapi yang dirusak hanya jalan baru. Kan aneh,” cetusnya.
Menurut Nurhidayah, cara-cara pengerusakan itu justru terkesan seolah ingin memotong informasi-informasi mengenai para pasangan bakal calon kepada masyarakat.
Padahal, pilkada ini mestinya dirayakan dengan perasaan riang dan gembira, serta bersaing secara suportif.
”Itu kan informasi ke masyarakat yang berusaha dipotong,” tuturnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh tim pemenangan, termasuk komunitas cinta biru untuk tidak melakukan tindakan pengerusakan serupa.
Demokrasi adalah pesta yang mestinya dilakukan dengan cara riang dan gembira.
Baca Juga: Pengembangan EV di Bali, Wuling dan PT Bali-Kerthi Development Fund Ventura Teken MoU
Jangan sampai terjadi perpecahan antara para pasangan bakal calon.
”Kita ini ingin mengedepankan etika dalam berpolitik, kita juga menganut politik riang dan gembira. Siapa pun yang menang nanti, kita harus sama-sama menjunjung tinggi itu sebagai keputusan yang datang rakyat,” pesannya.
Meskipun, banyak kabar burung bahwa dirinya beserta pasangan diremehkan beberapa pihak. Yang menganggap pasangan Nurhidayah-Imam Kafali hanya sekumpulan anak-anak kecil.
”Hari ini kami pasangan yang paling diremehkan, timnya anak-anak kecil. Kami dinilai bukan siapa-siapa dibandingkan pasangan lain yang hebat-hebat,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida