Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Banyak Dibuang Pengguna Jalan, Sampah Pinggir Bypass BIL Ganggu Pemandangan

nur cahaya • Kamis, 7 November 2024 | 13:27 WIB

 

GANGGU PEMANDANGAN: Tumpukan sampah berserakan di jalan bypass menuju BIL, Rabu (6/11).
GANGGU PEMANDANGAN: Tumpukan sampah berserakan di jalan bypass menuju BIL, Rabu (6/11).
LombokPost-Tempat pembuangan sampah ilegal di pinggir jalan utama wilayah Lombok Barat semakin banyak saja.

Selain di jalan nasional Kediri-Praya, tumpukan sampah juga terlihat di beberapa titik di jalur bypass menuju Bandara Internasional Lombok (BIL).

Di antaranya di sisi timur Jembatan Karang Rumah, Kuripan.

Di sana sampah terlihat menumpuk.

Selain dibungkus plastik, ada juga yang dibungkus dengan karung besar.

Sampah itu teronggok begitu saja di tepi jalan.

”Sudah bertahun-tahun dibuang ke sini. Ini sangat mengganggu pemandangan,” kata Yunus, salah seorang warga.

Dia menduga mayoritas sampah plastik itu dibuang pengguna jalan.

Dia pernah melihat pengendara pikap membuang tiga karung sampah di sana. Dia pun iseng-iseng buka.

Ternyata isinya bermacam-macam sampah rumah tangga. Seperti seprai bekas, bantal guling hingga kasur lipat.

”Saya sampai geleng-geleng. Kok bisa dibuang ke sini,” tuturnya.

Selain di sisi jembatan, tumpukan sampah juga ditemukan di pinggir jalan Dusun Sedayu, Kuripan.

Di sana, sampah berceceran di pinggir jalan. Mayoritas berupa sampah rumah tangga. Selain di pinggir jalan, sampah juga menumpuk di bawah selokan.

”Kalau di sini baru beberapa bulan saya lihat. Karena dibiarkan jadi numpuk begini. Lama-lama orang buang ke sini,” tutur Masnunah, salah seorang warga.

Kepala Desa Kuripan Hasbi mengaku sudah sering berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya. Dia mengaku sangat malu melihat pemandangan itu.

'Baca Juga: Oknum Kades Diduga Kuasai Galian C Ilegal di Lombok Timur

Apalagi dibuang di pinggir jalan menuju bandara internasional.

”Banyak orang luar yang lihat. Jujur saya malu sekali,” ujarnya.

Kadis DLH Lobar Hermansyah kepada Lombok Post mengaku sudah memerintahkan anak buahnya untuk bergerak.

Dia meminta satgas kebersihan DLH untuk langsung menangani.

”Saya sudah perintahkan di grup WA untuk langsung action,” kata Hermansyah.

Dia mengaku sedang berupaya agar warga dan pengguna jalan tidak lagi membuang sampah di sana.

Selain memasang papan pengumuman, DLH berencana menaruh bak sampah di sana.

Agar warga tidak membuang di pinggir jalan. Jika bak sudah penuh akan diangkut oleh satgas kebersihan.

”Ini sedang dipertimbangkan untuk ada bak sampah,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Lobar Fauzi menuding DLH tidak peka dengan kondisi kebersihan wilayah Lobar.

Itu karena tumpukan sampah cukup banyak ditemukan di pinggir jalan utama.

Bahkan sampah sampai berceceran di badan jalan. 

”Tumpukan sampah ini jelas-jelas di depan mata. Makanya image kita tentang penanganan sampah buruk sekali di mata wisatawan,” tegasnya.

Fauzi meminta DLH bertindak cepat.

DPRD mendorong OPD menambah truk pengangkut sampah serta menambah personel petugas kebersihan.

Agar tumpukan sampah di pinggir jalan bisa mudah ditangani.

”Jangankan di jalan kampung. Jalan nasional saja belum bisa ditangani,” tegas politikus PKB itu. (mar/r12)

Editor : Kimda Farida
#Bandara #internasional #sampah #ilegal #lingkungan #Lombok