LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) mengingatkan terjadinya ancaman bencana hidrometeorologi.
Kondisi itu bisa memicu banjir, tanah longsor serta angin kencang.
Seperti yang terjadi, Senin (18/11). Terjadi hujan lebat disertai petir. Suara petir yang menggelar menakutkan warga Lobar.
Hujan lebat juga memicu genangan di beberapa lokasi.
”Petirnya tadi keras sekali. Suasananya menakutkan,” kata Zulaiha, Warga Dasan Geres, Kecamatan Gerung.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Sabidin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.
Itu sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
”Saya mengimbau seluruh warga Lobar untuk waspada. Saat ini peralihan musim. Cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin puting beliung bisa saja terjadi,” ujarnya.
Saat hujan deras, Sabidin meminta warga untuk melakukan antisipasi.
Caranya dengan mematikan seluruh perangkat elektronik di dalam rumah. Seperti televisi hingga ponsel.
Sebab memainkan alat elektronik itu sangat rentan menimbulkan bahaya yang kaitannya dengan petir.
”Ini bentuk antisipasi dini yang bisa dilakukan semua warga,” cetusnya.
Selama musim hujan ini, BPBD langsung melakukan sejumlah persiapan.
Termasuk menyiapkan alat-alat kebencanaan. Seperti pompa air, perahu karet hingga tenda darurat.
Alat-alat kebencanaan itu siap didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan.
”Anggota siaga bencana juga sudah siap. Pekan ini kami gelar apel siaga,” tuturnya.
Lebih jauh, BPBD Lobar juga telah memetakan daerah-daerah yang rawan terjadi banjir dan longsor.
Total ada empat kecamatan. Yaitu Kecamatan Batulayar, Gunungsari, Gerung dan Sekotong. Empat daerah tersebut berada di daerah perbukitan.
Apalagi banyak warga yang bermukim di bawah bukit.
”Makanya kalau hujan lebat lebih baik tidak berada di dalam rumah. Ini untuk antisipasi dini,” imbuhnya.
Khusus di daerah Sekotong, banjir dan tanah longsor pernah terjadi sekaligus pada musim hujan tahun lalu.
Di sana ada empat desa yang masuk zona merah bencana banjir dan longsor. Yaitu Desa Buwun Mas, Sekotong Tengah, Sekotong Barat dan Desa Persiapan Pengantap.
Sabidin meminta perangkat kecamatan dan desa untuk meningkatkan kewaspadaan dini. (mar/r12)
Editor : Kimda Farida