Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bencana Hidrometeorologi Kepung Lombok Barat, Longsor di Narmada, Banjir di Kuripan

Umar Wirahadi • Kamis, 12 Desember 2024 | 09:39 WIB

 

BENCANA ALAM: Nurasih dan istrinya, Indawati, melihat bangunan rumahnya yang terbawa longsor, Selasa (10/12).
BENCANA ALAM: Nurasih dan istrinya, Indawati, melihat bangunan rumahnya yang terbawa longsor, Selasa (10/12).
 

LombokPost-Nurasih kaget bukan main. Teras rumah yang didudukinya tiba-tiba bergetar. Dalam waktu hitungan detik, bangunan itu ambruk ke bawah tebing.

Beruntung dia cepat melompat dari tempatnya duduknya.

”Kalau saya telat bangun sedikit saja, saya sudah ikut tertimbun tanah di bawah,” ujar pria 40 tahun itu kepada Lombok Post, Selasa (10/12).

Nurasih adalah pemilik rumah yang ambles tergerus tanah longsor di Dusun Selat Barat, Desa Selat, Kecamatan Narmada.

Insiden itu terjadi saat hujan deras disertai angin kencang, Senin (9/12) pukul 15.30 Wita.

Ketika itu, ayah empat anak itu sedang duduk di teras rumah yang terkena longsor.

”Teras ini kan juga tempat jemur pakaian. Saya mau angkat jemuran tapi tiba-tiba sudah ambles,” tuturnya.

Bangunan ambles sedalam 12 meter ke bawah tebing. Insiden itu menyisakan setengah bangunan milik keluarga Nurasih.

Rumah masih menyisakan kamar tidur. Namun keluarga Nurasih merasa waswas lagi tinggal di rumahnya.

Mereka mengungsi ke rumah kerabatnya yang lain.

”Takut kalau sewaktu-waktu longsor susulan lagi,” ujar Indawati, istri Nurasih.

Selain rumah, batu bronjong sebagai penahan tebing juga ikut longsor. Padahal proyek itu baru dibangun 2023 lalu. Kondisinya kurang kuat menahan tebing.

Komisi III DPRD Lobar langsung sidak ke Lokasi, Selasa (10/12).

Mereka diantar Kades Selat Sabudi menuju lokasi. DPRD merasa prihatin dengan kondisi itu.

Mereka meminta agar pemerintah segera bertindak untuk mencegah insiden serupa.

”Apalagi banyak warga yang rumahnya di pinggir tebing. Jangan sampai meluas ke rumah warga yang lain,” kata Ketua Komisi III Fauzi.

Sekretaris Komisi III DPRD Lobar Robihatul Khairiyah meminta pemerintah desa untuk segera bersurat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara 1 untuk dibuatkan tanggul penguat. Sebab area sempadan sungai merupakan kewenangan BBWS.

”Prosedurnya memang begitu. Tapi kalau bantuannya lama, kami akan usul melalui dana pokir,” ujarnya.

Wilayah Lobar seolah dikepung bencana hidrometeorologi, beberapa hari terakhir. Kondisi itu dipicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang.

Selain tanah longsor, banjir juga menimpa warga Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan.

Kepala Desa Kuripan Hasbi mengatakan korban terdampak sebanyak 51 kepala keluarga (KK) dengan 146 jiwa. Banjir terjadi di Dusun Karang Rumak, Dusun Tongkek, Dusun Dua Pelet dan Dusun Kuripan Dua.

”Ketinggian air sampai lutut orang dewasa. Ini karena air sungai meluap,” tutur Hasbi.

Pihak desa yang dibantu BPBD dan TNI/Polri pun melakukan tindakan darurat dengan menyiapkan tempat pengungsian. Ada juga yang dibawa ke musala dan masjid setempat.

”Yang kami khawatirkan ini kalau hujan terus-terusan. Banjir susulan bisa lebih besar,” pungkasnya. (mar/r12)

Editor : Kimda Farida
#Ekstrem #Longsor #ambles #cuaca #Bencana #tebing #ambruk