Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Butuh Perhatian, SDN di Dusun Meang Sekotong Rusak Berat

Umar Wirahadi • Selasa, 4 Februari 2025 | 09:40 WIB

 

BUTUH PERBAIKAN: Ruang kelas SDN 11 Buwun Mas di Dusun Meang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, butuh perbaikan karena atap dan plafon sudah jebol.
BUTUH PERBAIKAN: Ruang kelas SDN 11 Buwun Mas di Dusun Meang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, butuh perbaikan karena atap dan plafon sudah jebol.
 

LombokPost-Tidak hanya infrastruktur jalan di Dusun Meang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, yang perlu diperbaiki.

Fasilitas pendidikan juga membutuhkan perhatian Pemkab Lobar.

SDN 11 Buwun Mas, sekolah satu-satunya di Dusun Meang dalam kondisi rusak berat. Atap dan plafon di sejumlah ruang kelas sudah jebol.

Akibatnya, saat musim hujan seperti saat ini, ruang kelas itu tidak bisa dipakai belajar.

”Ketika hujan bukan bocor lagi. Hujan beneran seperti di halaman,” kata Marwin Hadi, salah seorang warga Meang.

Akibatnya, siswa tidak bisa belajar. Sebagai warga, pihaknya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar untuk memperhatikan fasilitas publik itu.

Agar anak-anak di Dusun Meang bisa belajar dengan nyaman.

”Jangan sampai kami dianaktirikan oleh pemerintah,”ujar Marwin.

Guru SDN 11 Buwun Mas Ruslan menyampaikan dari enam ruang kelas di sekolah itu hampir semuanya rusak berat. Khususnya pada bagian atap dan plafon yang jebol.

”Ketika hujan, praktis hanya dua ruang kelas yang bisa dipakai belajar. Kalau hujan, kami menggabungkan kegiatan belajar mengajar siswa,” tutur Ruslan.

Kelas 1 sampai kelas 3 digabung jadi satu kelas. Penggabungan juga dilakukan untuk kelas 4 sampai kelas 6.

Hal itu terpaksa dilakukan agar siswa tetap bisa belajar.

”Itu pun dua ruang kelas masih tetap bocor. Tapi terpaksa daripada anak-anak tidak belajar,” ungkapnya.

Karena selalu kehujanan, akibatnya sejumlah fasilitas di ruang kelas ikut rusak. Seperti bangku, kursi dan lemari. Benda dari kayu itu terlihat lapuk dan rapuh.

”Nggak bisa dipakai lagi. Makanya kita gak belajar di sini,” tandasnya. (mar/r8)

Editor : Kimda Farida
#belajar #bocor #rapuh #pemerintah #Lapuk #Hujan #penggabungan #atap #siswa