LombokPost-Pemkab Lombok Barat (Lobar) masih mengoperasikan dapur umum untuk bantuan korban bencana banjir. Posko yang terletak di kantor Camat Labuapi itu setiap hari menyuplai 3.000 bungkus nasi. Bantuan makanan disalurkan ke 1.500 rumah yang terdampak.
Pantauan Lombok Post, para petugas terlihat sibuk siang kemarin (14/2). Petugas yang terdiri dari Tagana Dinsos Lobar dan PMI itu membagi tugas dalam beberapa tim. Ada yang memasak nasi, memasak lauk pauk hingga mencuci bahan-bahan mentah yang akan diolah menjadi lauk pauk.
Di sisi selatan tenda tampak sejumlah orang duduk berjejer. Mereka gotong royong membungkus nasi. Nasi yang telah dibungkus itu lalu dimasukkan ke dalam plastik-plastik besar. Setiap plastik ditulisi nama desa yang akan dibagikan. ”Jumlahnya sudah dihitung. Sehingga memudahkan petugas saat di lapangan,” kata Koordinator Tagana Dinas Sosial (Dinsos) Lobar Muktaman.
Nasi dibagikan ke 10 desa yang terdampak banjir. Di Kecamatan Labuapi menyasar enam desa. Meliputi Desa Perampuan, Karang Bongkot, Kuranji Induk, Kuranji Dalang, Telagawaru dan Desa Bajur. Sedangkan Kecamatan Kediri meliputi Desa Jagaraga Indah, Banyumulek, dan Kediri Selatan. Petugas juga menyalurkan nasi bungkus ke warga Desa Taman Ayu di Kecamatan Gerung. ”Nasi yang kami bagi ini masih hangat. Sehingga enak dikonsumsi warga,” ujarnya.
Muktaman mengatakan setiap hari pihaknya menghabiskan 300 kilogram beras yang dimasak dalam dua sif. Yaitu pagi dan sore. Masing-masing dimasak 150 kilogram beras. Itu bisa menjadi 1.500 porsi nasi bungkus. Sehingga total ada 3.000 bungkus nasi yang dibagikan setiap hari.
Tagana Dinsos Lobar mulai mengoperasikan dapur umum sejak Senin (10/2). Artinya selama lima hari ini dapur umum sudah menghabiskan 1,5 ton beras dengan 15 ribu bungkus nasi. ”Rencananya hari ini operasi terakhir. Mudah-mudahan tidak ada banjir susulan lagi,” pungkasnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Sabidin mengatakan semua tempat yang sebelumnya terdampak banjir sudah kondusif. Tidak ada lagi wilayah yang tergenang air. Debit air Sungai Babak yang sebelumnya meluap dan jadi pemicu utama banjir di Labuapi juga sudah terpantau surut. ”Hari ini kondisi sudah normal. Alhamdulillah tidak ada laporan banjir,” ujar Sabidin. (mar/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post