Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Kesibukan Dapur Umum MBG Lombok Barat, Jaga Higienitas Makanan, Semua Juru Masak Wajib Pakai OPD Lengkap

nur cahaya • Kamis, 20 Februari 2025 | 13:22 WIB

 

BERGIZI DAN HIGIENIS: Kepala SPPG Gerung Nurrochman Hartadi (kiri) saat turun membagikan menu makan bergizi gratis di SDN 2 Dasan Tapen, Gerung, Selasa (18/2).
BERGIZI DAN HIGIENIS: Kepala SPPG Gerung Nurrochman Hartadi (kiri) saat turun membagikan menu makan bergizi gratis di SDN 2 Dasan Tapen, Gerung, Selasa (18/2).
 

Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan standar tinggi agar paket makanan yang disajikan ke siswa tetap higienis.

Para juru masak di bagian dapur diwajibkan  mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Mulai dari penutup kepala hingga alas kaki tidak boleh lepas.

-------------------

Mobil boks yang mengangkut bahan makanan mentah keluar masuk area kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Dasan Geres, Gerung, kemarin (18/2).

Ada yang mengangkut sayur-sayuran, beras, telur, minyak goreng dan aneka kebutuhan masak lainnya.

Berbagai komoditas itu langsung dicek petugas. Wadahnya dibuka satu per satu. Tujuannya untuk melihat kondisi fisik.

Terutama memeriksa tingkat kesegaran bahan makanan sebelum dimasak.

”Kondisinya harus masih segar. Kalau daun sayur sudah layu apalagi rusak kami kembalikan. Ditukar dengan yang masih segar,” kata Ayu, salah seorang petugas SPPG wilayah Gerung.

Setelah dicek satu per satu, barang-barang diturunkan. Lalu dibawa ke tempat khusus bahan makanan mentah di salah satu ruangan.

Itu adalah rangkaian persiapan sebelum bahan-bahan mulai dimasak untuk kebutuhan makan siswa keesokan harinya.

”Bahan mentah didrop dulu sore hari untuk kebutuhan menu besok pagi,” tutur Ayu.

Kepala SPPG Gerung Nurrochman Hartadi menyampaikan petugas mulai memasak pukul 02.00-05.00 Wita.

Sehingga sejam kemudian petugas sudah bisa menyajikan makanan ke dalam wadah-wadah. Pukul 07.45 Wita, paket makanan siap diantar ke sekolah-sekolah.

”Dengan jadwal masak dan penyajian ini, makanan yang diantar ke sekolah masih fresh,” kata Nurrochman.

Pihaknya sangat memperhatikan tingkat higienitas makanan.

Oleh karena itu, semua petugas tanpa terkecuali dilengkapi dengan APD lengkap.

Mulai dari hairset untuk menutup kepala, sarung tangan, celemek, dan masker. Setiap petugas juga wajib menggunakan alas kaki khusus di dalam ruangan. Termasuk ke area dapur.

”Jadi selama di dalam wajib pakai sandal khusus. Sandal yang dipakai di halaman berbeda dengan sandal di dalam dapur,” tuturnya.

Selain kandungan gizi makanan, masakan yang higienis menjadi prioritas utama agar aman dikonsumsi. Itu pula yang disampaikan oleh pihak BGN.

Nurrochman yang juga mengkoordinir SPPG di Lobar menyampaikan setiap dapur umum memiliki 47 petugas. Mulai dari juru masak, penyaji makanan, serta petugas kebersihan.

Itu belum termasuk satu orang ahli gizi, akuntan dan kepala kantor.

”Sehingga total ada 50 petugas di setiap SPPG,” jelasnya.

Setiap SPPG akan menentukan menu setiap hari. Kemarin, misalnya, SPPG Gerung menyiapkan menu makan bergizi gratis dengan menu nasi, ayam goreng, tahu balado, sayur sawi dan buah jeruk.

”Khusus untuk susu tidak setiap hari dibagikan. Tapi jadwalnya setiap hari Senin,” tandasnya. (Umar Wirahadi/r8)

Editor : Kimda Farida
#SPPG #Gizi #Kebersihan #susu #BGN #petugas #Mbg #Sekolah #paket #Standar #bahan #makanan