LombokPost-Kemacetan panjang sempat terjadi di Jalan Raya Kediri, Lombok Barat, Jumat (21/2) sore. Kondisi itu terjadi karena ada ribuan santri dan alumni yang mengikuti ziarah makam para muassis Pondok Pesantren Al Ishlahuddiny Kediri.
Mereka berjalan kaki dari area ponpes menuju kompleks pemakaman umum Desa Kediri yang terletak. Jaraknya kurang lebih satu kilometer. Ziarah makam itu bagian dari acara Haul Akbar pendiri Ponpes Al Ishlahuddiny yang puncaknya berlangsung Sabtu (22/2). ”Memang sempat terjadi kepadatan lalu lintas,” kata Danposramil Kediri Peltu Muhammad Baihaqi.
Kemacetan mulai terjadi pukul 15.30 Wita. Saat itu ribuan santri dan alumni lintas angkatan keluar dari halaman Pondok Pesantren Al Ishlahuddiny. Mereka lalu berjalan kaki menuju kompleks pemakaman umum Desa Kediri. Tujuannya berziarah ke makam muassis atau pendiri pondok. Yaitu almarhum TGH Khalidi, TGH Mustafa Khalidi, TGH Ibrahim Khalidi dan TGH Muhammad Idris Misbah.
Kapolsek Kediri AKP Jahyadi Sibawaih mengatakan pihaknya siap siaga menertibkan lalu-lintas. Agar tidak terjadi penumpukan dan macet total, pihaknya memberlakukan sistem kontra flow. Petugas hanya membuka satu jalur sisi utara untuk kendaraan dari dua arah. Baik dari arah Kota Mataram maupun arah Praya, Lombok Tengah.
Sedangkan ruas jalan di sisi selatan dipakai khusus untuk para peziarah. Iring-iringan pejalan kaki terlihat mengular dari gerbang ponpes hingga tikungan Kediri menuju Mataram. Pihaknya dibantu oleh aparat TNI dari Koramil Kediri. ”Alhamdulillah menjelang Magrib bisa terurai dengan baik. Lalu lintas kembali normal,” jelas Jahyadi. (mar/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post