Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wilayah Luas, Damkar Lobar Butuh Tambahan Dua UPT di Utara dan Selatan

Hamdani Wathoni • Jumat, 14 Maret 2025 | 13:30 WIB
BUTUH PENANGANAN CEPAT: Kebakaran yang terjadi di kandang peternakan ayam Dusun Longseran Barat, Desa Langko, Kecamatan Lingsar menghanguskan belasan ribu ayam boiler.
BUTUH PENANGANAN CEPAT: Kebakaran yang terjadi di kandang peternakan ayam Dusun Longseran Barat, Desa Langko, Kecamatan Lingsar menghanguskan belasan ribu ayam boiler.

LombokPost - Dalam sebulan terakhir, kasus kebakaran terjadi dua kali di wilayah utara Lombok Barat. Mulai di wilayah Kecamatan Narmada hingga Kecamatan Lingsar.

Hal ini membuat pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lobar mengusulkan untuk pembentukan UPT Damkar di dua titik.

“Sudah kami usulkan ke bupati. Pembentukan UPT di wilayah Narmada dan satu di Sekotong,” jelas Plt Kepala Dinas Damkar Lobar H Moh Amin.

Dia menjelaskan, keberhasilan Dinas Damkar diukur dari target respon time begitu menerima laporan.

Mobil pemadam kebakaran bisa mencapai lokasi dalam 7,5 kilometer dalam waktu 15 menit.

Namun dengan kondisi ini, kadang respon time tersebut tidak tercapai.

Mengingat lokasi keberadaan Dinas Damkar Lobar yang ada di Gerung berada cukup jauh dari wilayah utara dan selatan Lobar. Misalnya di Sekotong dan Narmada yang berrbatasan dengan Lombok Tengah.

“Makanya seperti kemarin kami sampai 30 sampai 40 menit di Narmada (kebakaran Pasar Narmada). Itu kendala kami, (jarak tempuh),” ungkapnya.

Untuk mencapai wilayah Narmada, mobil pemadam kebakaran Dinas Damkar Lobar harus membelah Kota Mataram terlebih dulu.

Kemudian untuk ke wilayah Sekotong, jaraknya memang cukup jauh. Sehingga dengan keberadaan UPT di wilayah Narmada dan Sekotong, respon time bisa terpenuhi.

Sebagian contoh kasus kebakaran yang sempat terjadi di Sekotong.

“Makanya kami berharap mudahan usulan ini disetujui,” harapnya.

Syarat pembentukan UPT Dinas Damkar dipaparkan Amin yakni lokasi, armada, fasilitas dan tentunya petugas yang standby di lokasi UPT.

Khusus untuk lokasi, UPT bisa bergabung di Kantor Camat Sekotong maupun Kantor Camat Narmada. Sedangkan untuk armada, ini memang butuh pengadaan baru.

Selain jumlah armada yang saat ini kurang, kondisinya juga sudah banyak yang tidak layak.

Untuk itu, Plt Dinas Damkar Lobar mengusulkan pengadaan mobil Damkar tahun ini sebanyak empat unit.

Rinciannya masing-masing UPT terdapat dua unit.

Satu unit Damkar berisi enam anggota atau petugas.

“Anggaran satu unit mobil Damkar berisi Rp 5.000 liter harganya Rp 1,5 miliar. Sehingga kalau empat unit sekitar Rp 6 miliar untuk pembentukan dua UPT Ini,” tandasnya. (ton) 

Editor : Kimda Farida
#Damkar Lobar