Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek Fisik Tertunda Akibat Efisiensi, Perjalanan Dinas Dewan Juga Ikut Terpotong

nur cahaya • Jumat, 14 Maret 2025 | 13:36 WIB

 

Syahrudin
Syahrudin
 

LombokPost-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terdampak efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat. Sekitar Rp 49 miliar lebih anggaran belanja dipangkas berdampak pada tertundanya pelaksanaan proyek fisik tahun ini. Tak hanya itu, anggaran perjalanan dinas dewan juga ikut terpotong.

”Semua daerah melakukan efisiensi sesuai arahan presiden. Kita juga di Lobar terdampak, sejumlah proyek infrastruktur dikurangi karena anggarannya terpangkas. Angkanya tidak sedikit sekitar Rp 49 miliar sekian,” kata Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi.

Akibatnya, sejumlah proyek fisik seperti pembangunan jalan hingga gedung terpaksa ditunda. Mulai dari proyek fisik jalan di Desa Batu Putih, Sekotong Timur, Buwun Mas, hingga Desa Kedaro. Anggaran perbaikan jalan ini terpotong akibat efisiensi dan pemangkasan ini. ”Itu tertunda, sabar dulu,” ujar Ivan.

Tak hanya itu, perjalanan dinas dewan juga bahkan terdampak. Dengan terpangkasnya anggaran perjalanan dinas ini, kemungkinan tahun ini dewan hanya bisa melakukan dua kali dalam setahun. Dari yang semula lima sampai enam kali.

Menurut Ivan. dewan tentu memahami kebijakan ini, karena daerah terkena pemangkasan lumayan besar. ”Besar sekali sehingga dampaknya pun besar,”sambungnya.

Lebih lanjut komunikasi akan dilakukan pimpinan DPRD dengan bupati dan wabup terkait program-program yang terkena pemangkasan. Pihaknya berencana bertemu dengan eksekutif.

Sekretaris DPRD Lobar Syahrudin mengatakan perihal pemangkasan belanja di DPRD telah disampaikan ke pimpinan. Komunikasi juga perlu dibangun kembali DPRD dengan bupati. ”Soal rencana pemangkasan 50 persen perjalanan dinas kami sudah sampaikan ke pak ketua,” kata dia.

Disebutkan total perjalanan dinas DPRD ini mencapai sekitar Rp 3 miliar. Rinciannya untuk perjalanan keluar daerah, kunjungan kerja, bimtek, hingga reses. Belanja perjalanan ini yang kemungkinan dirasionalisasi akibat adanya efisiensi program pemerintah pusat.  (ton/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#Pembangunan #Lobar #DPRD #efisiensi #Anggaran #pemangkasan #perjalanan dinas