Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Relawan Damkar Jerman Soroti Fasilitas Damkar Lobar

nur cahaya • Senin, 24 Maret 2025 | 12:36 WIB

 

STUDI BANDING: Relawan Damkar asal Jerman Goetlinger Lukas saat melakukan kunjungan ke Dinas Damkar Lobar, Sabtu (22/3).
STUDI BANDING: Relawan Damkar asal Jerman Goetlinger Lukas saat melakukan kunjungan ke Dinas Damkar Lobar, Sabtu (22/3).
 

 

LombokPost-Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Barat (Lobar) mendapat kunjungan dari relawan damkar asal Jerman Goetlinger Lukas . Dalam kunjungannya, Lukas melakukan studi banding dan melihat kondisi sejumlah fasilitas dan SDM Dinas Damkar Lobar.

”Lukas datang ke Lombok untuk berwisata sekalian studi banding ke dinas kami. Karena dia Relawan Damkar di Jerman, jadi dia ingin melihat perbandingan kondisi Damkar di Indonesia khususnya di Lombok,” ujar Plt Kepala Dinas Damkar Lobar H Moh Amin kepada Lombok Post, Sabtu (22/3).

Setelah meninjau sejumlah fasilitas yang ada di Dinas Damkar dan berdiskusi panjang lebar, Lukas merasa prihatin dengan kondisi Dinas Damkar saat ini. Mengingat dengan keterbatasan armada dan fasilitas, dinas ini harus memberikan pelayanan bagi seluruh warga Lobar yang notabenenya cukup luas. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 750 ribu jiwa.

”Makanya saat kembali ke Jerman nanti, Lukas berencana menyampaikan kondisi ini kepada pemerintahnya. Membahas apa yang bisa kami kerjasamakan antara pemerintah Jerman dan Indonesia untuk membantu armada damkar di Lobar,” ucapnya.

Dalam penjelasannya Lukas mengaku jika damkar menjadi salah satu instansi yang mendapat perhatian dari pemerintah. Lantaran, instansi ini berkaitan dengan hal yang bersifat emergency atau kegawatdaruratan. Ini juga menyangkut penyelamatan nyawa seseorang ketika insiden kebakaran terjadi.

”Kalau di sana untuk relawan saja itu honornya sekitar Rp 40 juta lebih per bulan. Itu belum yang pegawai tetapnya,” paparnya.

Kondisi ini tentu jauh berbeda dengan Dinas Damkar di Lobar dan Indonesia pada umumnya. Mereka harus siap bertugas dengan fasilitas yang terbatas dan upah yang juga tidak sebanding dengan di negara lain.

Namun demikian, Dinas Damkar Lobar saat ini berupaya agar dengan keterbatasan armada dan SDM yang ada, mereka bisa memberikan pelayanan maksimal. Meski kadang respon time yang ditargetkan kerap tak bisa tercapai mengingat kondisi geografis wilayah Lobar yang cukup luas. Sementara pusat armada mobil pemadam kebakaran berada di Gerung.

”Ini yang membuat kami mengajukan tahun ini agar dibentuk dua UPT di Narmada dan Sekotong. Agar respons time bisa memenuhi target,” papar Amin.

Dinas Damkar Lobar tahun ini mengajukan tambagan empat armada mobi pemadam kebakaran dengan rincian masing-masing ditempatkan di UPT Narmada dan Sekotong. Sehingga ketika terjadi kebakaran di wilayah yang berada di utara dan selatan Lonmbok Barat tersebut, petugas Dinas Damkar bisa merespons dengan cepat. (ton/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#Instansi #Lobar #emergency #dinas #sdm #damkar #armada