Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

  Hidupkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Dengan Kembangkan Wisata Sungai Bawak Are Sesaot

nur cahaya • Selasa, 15 April 2025 | 15:50 WIB

 

WISATA SUNGAI: Sungai Bawak Are Desa Sesaot, Lombok Barat menjadi salah satu destinasi wisata yang kini ramai dikunjungi karena disebutu mirip Sungai Aaare Swiss.
WISATA SUNGAI: Sungai Bawak Are Desa Sesaot, Lombok Barat menjadi salah satu destinasi wisata yang kini ramai dikunjungi karena disebutu mirip Sungai Aaare Swiss.
 

Kehadiran Sungai Bawak Are menjadi magnet wisata baru bagi Desa Sesaot. Kehadiran sungai ini membawa berkah bagi warga sekitar.

------------------------------

Gemericik air sungai bak lantunan musik yang mengalun syahdu. Angin sepoi-sepoi berhembus di antara rerimbunan pohon hutan Desa Sesaot. Sekumpulan warga asik berendam di dalam Sungai Bawak Are. Terlihat menyegarkan dan menyenangkan.

Namun bagi para remaja yang datang ke tempat wisata ini, berendam bukan bagian yang terbaik datang ke tempat ini. Bagian terbaiknya justru bermain arum jeram diantara bebatuan dan derasnya aliran sungai Bawak Are. Keseruan inilah yang ditangkap menjadi peluang ekonomi oleh masyarakat setempat.

Maimanah, warga Desa Sesaot melihat banyaknya pengunjung yang datang ke Sungai Bawak Are menjadi potensi ekonomi. Dia akhirnya memilih menyewakan ban bekas yang biasa digunakan untuk bermain arum jeram oleh pengunjung. ”Karena dari hari ke hari kok semakin banyak yang datang. Saya coba saja sewakan ban bekas, Alhamdulillah banyak yang sewa,” ujarnya kepada Lombok Post.

Dia mengaku membeli ban bekas seharga Rp 40 ribu. Balik modal bisa dalam hitungan empat jam. Maklum, dia menyewakan ban bekas tersebut dengan harga Rp 10 ribu bagi pengunjung. Mereka bisa menggunakannya sepuasnya. Namun biasanya paling lama 3 jam. Ada yang bahkan baru sejam menyewa sudah mengembalikan karena kedinginan bermain di Sungai Bawa Are yang airnya memang dingin dan jernih.

Photo
Photo

Dalam sehari, Maimanah mengaku bisa meraup puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Maklum, dia tidak hanya menyewakan satu ban tetapi ada puluhan ban. Ukurannya pun beragam. Ada ban untuk anak kecil, ada juga ban berukuran besar untuk remaja atau orang dewasa.

”Kalau Sabtu dan Minggu bisa dapat uang sewa Rp 100 sampai Rp 200 ribu per hari. Kalau hari lain ya kadang Rp 100 ribu, kadang juga di bawah itu,” bebernya.

Dia bersyukur belakangan ini Sungai Bawak Are semakin terkenal dan didatangi banyak orang. Padahal, dulunya yang datang hanya segelintir saja. Namun semenjak Sungai Bawak Are ini viral, masyarakat merasakan dampak ekonominya seperti parkir hingga pedagang kuliner.

”Bisa bantu penuhi kebutuhan keluarga. Apalagi sekarang kan suami saya sudah pensiun. Jadi bisa bantuin dia buat kebutuhan sehari-hari,” ucap istri pensiunan polisi hutan tersebut.

Selain penyewaan ban, yang paling merasakan manfaat kehadiran Sungai Are adalah pedagang makanan. Sate bulayak dibanderol Rp 25 ribu per porsi. Dalam sehari, sate bulayak yang laku bisa puluhan sampai ratusan porsi. Tak heran pedagang yang ada di Sungai Bawak Are mengantongi cuan jutaan rupiah.

Masyarakat yang dulunya kesulitan mencari pekerjaan kini bisa mencari nafkah bagi keluarga mereka dengan kehadiran Sungai Bawak Are yang menjadi destinasi wisata baru di Desa Sesaot. (HAMDANI WATHONI/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#Nafkah #Kuliner #wisata #Sesaot #modal