LomboPost – Ratusan jamaah haji asal Lombok Barat (Lobar) akan berangkat ke tanah suci pada kelompok terbang (kloter) pertama, 1 Mei 2025. Sebelum berangkat ke Asrama Haji NTB di Kota Mataram, mereka akan dilepas oleh Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini di Bencingah Agung kompleks kantor bupati.
”Untuk yang berangkat pertama ini ada 385 orang. Mereka akan dilepas di Bencingah Kantor Bupati Lobar menuju Asrama Haji NTB pukul 03.00 Wita dinihari,” jelas Kabag Kesra Lobar Afgan Kusumanegara kepada Lombok Post, Rabu (30/4).
Secara keseluruhan, jumlah calon jamaah haji asal Lobar yang berangkat tahun ini sebanyak 641 orang. Mereka terbagi menjadi empat kloter. Untuk kloter pertama, mereka dilepas tanggal 1 Mei 2025. Kemudian pemberangkatan kedua masuk kloter 9 dengan jumlah 80 orang. Mereka dilepas Minggu tanggal 11 Mei 2025. Pemberangkatan ketiga masuk kloter 11 dengan jumlah 172 dilepas Rabu tanggal 14 Mei 2025.
”Terakhir, pemberangkatan keempat masuk kloter 12 dengan jumlah empat orang dilepas Jumat tanggal 16 Mei mendatang,” terang Afgan.
Untuk calon jamaah haji yang akan dilepas pada kloter pertama, mereka akan tiba di Asrama Haji tanggal 1 Mei pukul 06.00 Wita. Estimasi keterlambatan dari waktu yang ditentukan tiba di Asrama Haji sekitar 10 menit. Sehingga hal ini membuat para calon jamaah haji akan melaksanakan salat subuh di atas bus.
”Apabila calon jamaah haji salat di Bencingah atau Masjid Kantor Bupati Lobar maka akan menyebabkan keterlambatan mereka tiba di Asrama Haji NTB. Jadi bisa salat di atas bus seperti nanti salat di atas pesawat ketika berangkat ke tanah suci,” papar mantan Camat Batulayar tersebut.
Untuk membatasi keluarga yang masuk ke area bencingah saat acara pelepasan, petugas telah memasang pagar besi. Mereka yang boleh masuk ke dalam area bencingah hanya dari kalangan para jamaah yang akan berangkat.
Kepala Kantor Kemenag Lobar Hariyadi Iskandar menyampaikan jika tahun ini, jumlah calon jamaah haji yang berangkat ke tanah suci tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. ”Kalau tahun lalu (2024) sekitar 700-an. Sekarang 641 orang termasuk petugas haji,” paparnya.
Perubahan jumlah kuota calon jamaah haji asal Lobar yang berangkat setiap tahunnya menurut Hariyadi tergantung dari kuota Kemenag Provinsi NTB. Bukan ditentukan oleh Kemenag Lobar. Ini yang menyebabkan jumlah jamaah yang berangkat ke tanah suci tidak sama setiap tahunnya. (ton)
Editor : Jelo Sangaji