LombokPost - Aksi pencurian tabung gas di sebuah pondok pesantren putri di Lombok Barat berhasil diungkap polisi dengan fakta yang cukup mencengangkan.
Seorang pria berusia 26 tahun berinisial MP nekat menyamar sebagai santri putri untuk melancarkan aksinya.
MP, warga Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, ditangkap di kediamannya setelah polisi melakukan penyelidikan terkait laporan kehilangan dua tabung gas elpiji dari dapur asrama putri Ponpes Darussalam Bremi.
“Modus operandi pelaku terbilang unik dan berani. Ia menambal tembok belakang pesantren, turun menggunakan tali, lalu mengambil sarung batik dan mukenah dari jemuran sekitar asrama,” jelas Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Reskrim AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Loteng Hadapi Gejala Sapi Terserang PMK, Lotim Siaga
Dengan mengenakan penyamaran tersebut, MP berhasil masuk ke dapur melalui trali jendela dan mengambil dua tabung gas.
Ia kemudian keluar dari area pesantren menggunakan tangga yang ada di dalam lingkungan tersebut.
Kasatreskrim mengungkapkan bahwa pelaku mengakui perbuatannya.
Baca Juga: Catat, Ini Syarat Pengajuan KUR BRI untuk UMKM Tahun 2025
Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti termasuk rekaman CCTV, sarung batik, mukenah, pakaian yang dikenakan pelaku, dan tangga yang digunakan.
Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan kasus untuk mencari keberadaan dua tabung gas yang diakui pelaku telah dijual. MP terancam pasal tentang pencurian dengan pemberatan.
Kasus ini menjadi sorotan karena keberanian dan ide unik pelaku dalam melakukan tindak kejahatan. (ton)
Editor : Kimda Farida