Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penempatan Pejabat Pemkab Lobar Diklaim Sesuai Hasil Job Fit, 10 Jabatan Eselon II Kosong

Hamdani Wathoni • Senin, 19 Mei 2025 | 10:13 WIB
DINILAI SUDAH SESUAI: Sebanyak 17 pejabat eselon II Pemkab Lobar saat proses mutasi, Jumat (16/5).
DINILAI SUDAH SESUAI: Sebanyak 17 pejabat eselon II Pemkab Lobar saat proses mutasi, Jumat (16/5).

LombokPost - Mutasi perdana sudah dilakukan Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini dan wakilnya Nurul Adha, pekan lalu.

Hasilnya, tentu membuat sebagian pejabat menerima bahkan bersyukur.

Namun ada juga sebagian pejabat yang dikabarkan tidak puas atau kecewa dengan pengobatan ini. 

Namun tim job fit yang juga tokoh di Lobar menilai penempatan pejabat yang dilakukan bupati sudah sesuai.

”Saya pikir sudah sesuai, karena pergeseran ini cukup lama kami diskusikan dari tim job fit dengan bupati. Ada beberapa aspek yang memang menjadi pertimbangan beliau,” terang anggota tim job fit Lalu Sajim Sastrawan kepada Lombok Post, Minggu (18/5).

Baca Juga: Perayaan Ultah Bang Zul yang Digelar Mi6 Dibanjiri Para Tokoh, Aktivis Senior, Politisi, dan Akademisi NTB

Dia memaparkan apakah hasil pekerjaan cocok digunakan sebagai parameter untuk mengukur personal kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Bagaimana mereka dipetakan sesuai tugas pokok dan fungsinya. 

Dalam penilaian, ada tiga faktor atau indikator yang diukur. Mulai dari materi makalah dan subtasnsi tugas di OPD tempatnya bertugas, poinnya sebesar 50 persen.

Kemudian penguasaan dan kemampuan presentasi makalah poinnya 15 persen, serta sikap kepala OPD poinnya 35 persen.

”Artinya bahwa, masing-masing OPD harus mengenal karakter, sikap dan subtansi yang dipimpinnya. Terutama bagi OPD yang menghasilkan PAD. Dilihat apa inovasinya dalam OPD tersebut,” terangnya.

Baca Juga: Pendaftaran Calon Ketua PMI Lombok Barat Dibuka, Sosok Pemimpin Seperti Apa yang Dicari?

Kemudian para pejabat eselon II diminta untuk menerjemahkan apa inovasinya memajukan OPD itu.

Sehingga bisa dilihat inovasi tersebut apakah bisa mengakselerasi kemajuan OPD di bawah pimpinan yang baru.

”Disamping itu, ada sikap atau sikap pejabat juga dinilai. Ini lebih kepada subyektivitas,” tuturnya.

Misalnya ketika ada laporan dari masyarakat atau berbagai pihak yang masuk mengenai aspek sikap dan rekam jejak para pejabat selama ini.

Sajim menyebut bisa jadi banyak sekali masukan yang diterima bupati dan tim.

”Bisa saja memberikan kontribusi yang bagus, namun dalam sikapnya tidak mencerminkan kalaubdia pemimpin yang memberikan pelayanan terdepan,” paparnya.

Sehingga sikap kepala OPD juga menjadi pertimbangan bupati dalam melakukan pengobatan.

”Ada juga yang menghasilkan bagus, ada orang yang punya kapasitas, kemudian ada yang kurang tapi dia taat dan setia dalam melaksanakannya. Jadi sikap di sini sangat menentukan,” tegasnya.

Baca Juga: Patut Dicontoh, MAN 1 Mataram Gelar Perspisahan dengan Aksi Peduli Lingkungan

Usai pelaksanaan mutasi 17 pejabat eselon II Pemkab Lobar, kini tersisa 10 jabatan yang masih kosong. Mulai dari jabatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Staf Ahli Bidang KSDM, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini saat pelaksanaan penyampaian kekosong tersebut akan segera diisi dengan pelaksanaan pansel terbuka.

”Jadi untuk jabatan yang kosong akan segera kita pansel agar terisi,” terang pria yang karib disapa LAZ tersebut. (ton/r8)

 

Editor : Kimda Farida
#Mutasi #Pemkab Lobar