LombokPost - Penyaluran makanan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung sudah mulai dilakukan sejak Senin (19/5).
Salah satu sekolah yang menerima program MBG ini adalah Pondok Pesantren Manbaul Ulum Dusun Dasan Ketujur. Pihak Ponpes memberikan sejumlah catatan terkait penyaluran MBG ini.
“Harapan kami ke depan MBG ini bisa diperhatikan lebih layak. Mulai dari wadahnya yang menggunakan plastik, kedatangannya yang tidak konsisten, hingga menunya tolong diperhatikan,” ujar pengelola Ponpes Manbaul Ulum Hasan Ismail, Rabu (21/5).
Baca Juga: Jangkau Semua Sekolah, NTB Butuh 450 Dapur MBG, Ini Langkah BGN
Dia menjelaskan, makanan yang diantarkan menggunakan wadah plastik dapat mempengaruhi gizi makanan. Kemudian waktu pengantaran makanan berubah-ubah.
“Kadang diantar jam 9 pagi, lalu hari berikutnya jam 10, hari ini telat lagi,” cetusnya.
Terkait menu makanannya, Hasan menyebut jika ada beberapa hal yang dikeluhkan para santri maupun santriwati.
Namun mereka sebenarnya malu atau merasa tidak enak menyampaikannya. Mulai dari kondisi ayam yang kebanyakan tulang dan daging sedikit, nasi yang kadang lembek hihgga rasa lauk yang sedikit kecut.
"Bukan bermaksud tidak bersyukur. Mudahan ini bisa menjadi perbaikan ke depan," harapnya.
Sementara para santri mengaku memang ada beberapa keluhan yang diharapkan bisa diperbaiki di hari-hari berikutnya. Misalnya lauknya yang diharapkan bisa dilengkapi hingga dan diperhatikan rasanya. “Kemarin ada tahu yang agak kecut. Bukan basi, tapi mungkin karena terlalu banyak tomatnya jadi terasa seperti sedikit basi,” ungkap Zakiah, salah satu santriwati.
Senada dengan itu, Baiq Yunita juga mengungkapkan demikian. Dia berharap kesegaran makanan dan rasa makanan menjadi perhatian penyedia MBG.
Sementara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Made Febri Hariadyana mengaku memang baru memulai penyaluran MBG beberapa hari di Desa Mesanggok, sebagian di Desa Gapuk dan Suka Makmur. Mengingat radiusnya maksimal 5 kilometer dari lokasi dapur MBG.
Dalam beberapa hari awal ini, dia mengaku tentu ada beberapa hal yang perlu dilengkapi. “Kami sudah memiliki ahli gizi yang menentukan menu takaran di sini. Untuk tahap pertama ini kami menyalurkan 3.480 penerima,” jelasnya.
Total ada 25 sekolah penerima. Rinciannya ada 3 Taman Kanak-kanak, 9 sekolah dasar (SD), 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, dan 7 SMA sederajat. Terkait beberapa kekurangan, dikirimkan secara terbuka menerima saran dan masukan dari pihak sekolah. “Kami juga memanfaatkan suplier lokal untuk bahan makanannya dan mempekerjakan masyarakat sekitar di dapur MBG ini,” terangnya. (ton/r6)
Editor : Akbar Sirinawa