LombokPost-Pasangan Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini dan wakilnya Nurul Adha (Lazadha) sudah menjabat 100 hari sejak dilantik 20 Februari 2025 lalu.
Selama masa kepemimpinannya, pasangan ini berhasil memberi warna terhadap pembangunan Lobar.
Pasangan Lazadha memberi harapan kepada masyarakat jika Lobar akan berkembang jauh lebih baik lagi dengan muaranya kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, ada juga beberapa persoalan yang masih belum ada solusi nyata.
Berikut catatan Lombok Post terhadap 100 hari kerja Lazadha memimpin Lombok Barat.
Lazadha mampu menghidupkan Kota Gerung dengan Car Free Night dan Fun Walk setiap akhir pekan.
Momentum HUT Lobar ke-67 menjadi pembuktian Lazadha bekerja nyata bagi masyarakat. Sejak awal menjabat, Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini di berbagai kesempatan selalu menyampaikan kepada masyarakat ingin menghidupkan Kota Gerung di tahun pertama kepemimpinannya.
Hal itu berhasil dibuktikan dengan menggagas event pagelaran budaya peresean bertepatan dengan HUT Lobar pada 17 April. Event ini kemudian menjadi event rutin yang diadakan setiap akhir pekan dengan konsep Car Free Night dan fun walk di setiap akhir pekan.
Kegiatan yang menghadirkan berbagai atraksi kesenian dan budaya serta penampilan artis lokal ini terbukti ampuh menjadi magnet baru di Taman Kota Gerung. Lebih dari itu, dampak ekonomi dari kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM yang berjualan sejak malam hingga pagi.
Proyeksi roda ekonomi selama Car Free Night dan fun walk berlangsung bisa mencapai ratusan juta rupiah. Program kedua adalah mencegah rentenir masuk desa dengan membantu permodalan UMKM.
Pasangan Lazadha meluncurkan Program Bantuan Pinjaman Tanpa Bunga dan Layanan Aduan Sapa Bupati dan Wabup Lobar.
Pemkab Lobar memberikan bantuan berupa subsidi bunga yang dianggarkan sebesar Rp 5,5 miliar, untuk diberikan kepada ribuan UMKM yang tersebar di desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat. Kemudian ada program inisiasi layanan aduan masyarakat dengan respon cepat.
Bupati LAZ memerintahkan untuk membuka laman pengaduan masyarakat melalui media sosial sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan permasalahan dan keluhan. Laman Facebook “Sapa Bupati dan Wabup Lobar” dibuat satu minggu sejak Bupati LAZ mulai aktif bekerja.
Namun ada juga beberapa aduan masyarakat yang masih belum bisa ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Misalnya terkait penanganan sampah yang berserakan di pinggir jalan hingga masalah perbaikan jalan yang memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat.
Jalan Rusak Parah Sampah Jadi Masalah
Meski sejauh ini mendapat respons positif dari masyarakat, nyatanya ada beberapa persoalan yang masih harus diselesaikan pasangan Lazadha. Misalnya terkait persoalan sampah hingga akses jalan yang rusak parah. Persoalan ini masih kerap dikeluhkan oleh masyarakat.
Sampah yang menumpuk berhari-hari di pasar hingga di pinggir jalan menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat di Lombok Barat. Bahkan di jalur by pass Bandara arah Lombok Barat ke Lombok Tengah di wilayah Gerung dan Kuripan, sampah berserakan di beberapa titik pinggir jalan utama. Sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) liar muncul di pinggir jalan.
Hal ini tentu saja bisa merusak citra Lobar sebagai daerah pariwisata. Kemudian kerusakan akses jalan masyarakat di wilayah utara seperti Desa Sesela, Gunungsari hingga wilayah Selatan Meang, Sekotong juga selalui dikeluhkan warga. Sehingga ke depan ini tentu jadi persoalan yang harus dicarikan solusi nyata.
Editor : Siti Aeny Maryam